— JAKARTA, KOMPAS.com – Industri otomotif nasional memproyeksikan penjualan mobil pada 2026 akan kembali stagnan di kisaran 800.000 unit. Angka ini melanjutkan tren stabil yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir, tanpa adanya lonjakan pertumbuhan yang berarti.

Meskipun tidak mengalami penurunan tajam, pasar kendaraan roda empat juga belum menunjukkan geliat pertumbuhan yang signifikan. Sejumlah pelaku industri menilai kondisi ini mencerminkan pasar yang masih dalam fase penyesuaian.

Presiden Direktur PT Astra International Tbk (ASII), Rudy Chen, mengakui bahwa tahun 2026 akan diwarnai berbagai faktor yang berpotensi membuat pergerakan industri menjadi lebih dinamis. Namun, ia menekankan bahwa ketidakpastian tersebut membuat perusahaan masih memerlukan waktu untuk menyusun proyeksi kinerja secara lebih akurat.

“Banyak variabel yang mempengaruhi,” ujar Rudy di Jakarta, Kamis (23/4/2026). “Kami butuh waktu lebih panjang untuk memberi guidance yang akurat.”

Meskipun demikian, proyeksi di kisaran 800.000 unit tetap menjadi acuan bagi banyak pelaku industri dalam melihat potensi pasar tahun depan. Angka ini kerap muncul sebagai titik keseimbangan baru bagi pasar otomotif nasional dalam beberapa tahun terakhir.

Faktor yang Mempengaruhi Stagnasi Pasar

Beberapa faktor dinilai turut memengaruhi pergerakan pasar otomotif. Mulai dari daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih hingga tingkat persaingan yang semakin ketat di antara para pemain industri.

Di sisi lain, kehadiran model-model baru, termasuk kendaraan listrik dan hybrid, ternyata belum mampu mendorong peningkatan volume penjualan secara signifikan.

Rudy Chen membenarkan bahwa pertumbuhan pasar memang masih terjadi, namun dalam skala yang terbatas.

“Pertumbuhan ada, tapi tidak besar,” katanya.

Kondisi ini juga tercermin dari belum kuatnya keterkaitan antara sentimen positif di sektor lain dengan penjualan kendaraan. Salah satunya adalah dampak kenaikan harga komoditas yang sebelumnya kerap berkorelasi positif dengan peningkatan daya beli di sejumlah daerah.

“Sulit menerjemahkan kenaikan harga komoditas ke pertumbuhan signifikan,” ujar Rudy.

Sementara itu, segmen kendaraan roda dua, yang memiliki volume pasar lebih besar, juga diproyeksikan bergerak dalam rentang terbatas, yakni sekitar 6,4 juta hingga 6,5 juta unit pada 2026.

Dengan proyeksi tersebut, pasar otomotif nasional pada 2026 diperkirakan masih akan bergerak dalam pola yang relatif stabil, sambil menanti adanya momentum baru yang dapat mendorong pertumbuhan yang lebih kuat.