Akses.co.id — YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Seorang pengusaha kopi berinisial RR ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya di wilayah Klitren, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Kamis (23/4/2026) malam. Penemuan jenazah ini berawal dari kecurigaan tetangga kos.
Menurut PS Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Ipda Anton Budi Susilo, personel Polsek Gondokusuman mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 20.00 WIB setelah menerima laporan.
Korban diketahui merupakan seorang laki-laki asal Kepulauan Bangka Belitung. Berdasarkan keterangan saksi, aktivitas terakhir korban yang terlihat adalah saat ia keluar kamar nomor 207 pada Selasa, 21 April 2026, sekitar pukul 12.39 WIB, dan kembali masuk pada pukul 13.26 WIB.
“Setelah kembali masuk kamar, RR tidak lagi terlihat beraktivitas,” ujar Anton dalam keterangannya pada Jumat (24/4/2026).
Ketidakadaan tanda-tanda kegiatan dari kamar korban membuat tetangga indekos berinisiatif untuk memeriksanya. Namun, pintu kamar dalam keadaan terkunci dari dalam, sehingga upaya awal untuk masuk tidak berhasil.
“Saksi kemudian memanggil tukang kunci untuk membuka pintu dengan disaksikan Babhinkamtibmas dan ketua RT setempat,” jelas Anton.
Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan dalam keadaan terlentang di lantai tanpa busana. Pihak kepolisian juga mendapati adanya pendarahan dari hidung dan mulut korban, serta tercium bau menyengat.
Barang Bukti yang Diamankan
Dari lokasi kejadian, petugas kepolisian mengamankan sejumlah barang milik korban. Barang-barang tersebut meliputi dua unit telepon genggam, satu dompet, satu charger, satu kotak berisi obat-obatan, serta beberapa botol suplemen.
Berdasarkan keterangan saksi, RR telah tinggal sendiri di indekos tersebut sejak 17 Juli 2025. Ia diketahui berprofesi sebagai pebisnis biji kopi.
Hasil pemeriksaan awal petugas kepolisian di lokasi kejadian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Sampai dengan saat ini pihak keluarga korban belum bisa dihubungi karena kedua handphone korban terkunci menggunakan password,” pungkas Anton.
Ikuti Akses.co.id
