Wacana pengalihan sebagian penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, masih dalam tahap kajian oleh pemerintah pusat. Executive General Manager BIJB Kertajati, Nuril Huda, menyatakan bahwa fasilitas bandara saat ini sudah sangat memadai dan terbukti mampu melancarkan penerbangan jemaah haji ke Tanah Suci.
“Tapi, kalau soal pengalihan dari Soetta itu memang masih perlu pembicaraan lebih lanjut ya,” ujar Nuril Huda saat ditemui di BIJB Kertajati, Rabu (22/4/2026).
Menurut Nuril, proses pengalihan penerbangan memerlukan persetujuan Notice of Airport Capacity (NAC) dari Kementerian Perhubungan. Pemerintah pusat juga akan melakukan kajian mendalam untuk memastikan dampak positif bagi operasional bandara. “Jadi, saya rasa untuk pengalihan sebagian dari Soetta ke Kertajati itu perlu dibicarakan lebih lanjut,” tambahnya.
BIJB Kertajati Siap Jadi Pusat Penerbangan Umrah
Di tengah kajian pengalihan penerbangan, BIJB Kertajati sedang bersiap menjadi pusat penerbangan umrah reguler. Langkah ini merupakan upaya strategis untuk mengoptimalkan operasional bandara.
Komitmen ini mengemuka setelah digelarnya Travel Fair Umrah 2026 pada awal Februari lalu. Sebanyak 190 agen perjalanan umrah menyatakan kesiapannya untuk mendukung BIJB Kertajati sebagai titik keberangkatan jemaah umrah dari wilayah Jawa Barat hingga Jawa Tengah bagian barat.
Penerbangan umrah reguler direncanakan akan dimulai pada Juli 2026, setelah rangkaian ibadah haji selesai. “Jadi, untuk pengalihan dari Soekarno-Hatta memang masih harus dibicarakan lebih lanjut, tetapi kalau untuk slot reguler umrah, tadi masih bisa ya sebagian ditarik ke Kertajati,” jelas Nuril.
Saat ini, fokus utama BIJB Kertajati adalah memastikan kelancaran penerbangan jemaah haji. Pada musim haji 2026, bandara ini ditugaskan memberangkatkan 40 kloter, meningkat signifikan dari 28 kloter tahun sebelumnya. Peningkatan ini juga memperluas cakupan wilayah layanan dari 10 menjadi 19 kota/kabupaten di Jawa Barat.
Nuril menambahkan bahwa potensi perluasan wilayah layanan masih terbuka seiring dengan hampir rampungnya pembangunan Asrama Haji di Indramayu. Ia memastikan bahwa peningkatan jumlah kloter tidak akan menjadi kendala berkat kapasitas bandara yang mumpuni. “Jadi, yang perlu teman-teman ketahui, bahwa NAC kita, atau kapasitas bandara dalam melayani suatu penerbangan itu, kita bisa mencapai 18 pergerakan per jam (take-off/landing),” katanya.
Kapasitas Besar, Siap Layani Lonjakan Penerbangan
Direktur Utama PT BIJB, Ronald H Sinaga, menegaskan komitmen pihaknya dalam pembenahan kenyamanan dan ketepatan waktu penerbangan di Bandara Kertajati.
“Tadi kita lihat take-off itu harusnya jam 09.00 WIB, tapi tadi kami 08.40-08.45 WIB sudah terbang. Jadi, kami bisa lebih cepat. Ini suatu pencapaian, selain on time, kami juga bisa lebih cepat karena slot kami masih sangat memungkinkan,” ungkap Ronald, merujuk pada pengalaman penerbangan kloter pertama jemaah haji.
Ronald menyatakan kesiapan BIJB Kertajati untuk menangani peningkatan jumlah kloter di masa mendatang, bahkan jika bertambah hingga dua kali lipat. Ia mencontohkan kesuksesan penyelenggaraan 28 kloter pada tahun sebelumnya dan optimisme untuk 40 kloter pada tahun ini.
Pada momen haji tahun ini, BIJB Kertajati juga akan menjadi lokasi embarkasi bagi tiga kloter yang dijadwalkan terbang tiga kali dalam sehari. Ronald melihat hal ini sebagai uji coba kesiapan bandara dalam melayani penerbangan dalam jumlah besar. “Saat 28 kloter tahun kemarin kami bisa perform sangat baik dan mudah-mudahan tahun ini 40 kloter kita juga bisa perform dengan baik sehingga ke depannya tahun depan kita bisa naik dua kali lipat kalau memungkinkan,” pungkasnya.






