Akses.co.id — Teleskop antariksa generasi baru NASA, Nancy Grace Roman Space Telescope, telah menyelesaikan tahap pembangunannya dan siap diluncurkan pada September 2026. Observatorium revolusioner ini diproyeksikan mampu memetakan langit 2.000 kali lebih cepat dibandingkan Teleskop Hubble, membuka jalan baru untuk mengungkap misteri energi gelap hingga perburuan ribuan planet ekstrasurya.
NASA mengonfirmasi bahwa teleskop yang dinamai dari Dr. Nancy Grace Roman, “Ibu dari Hubble”, ini akan memulai misi utamanya selama lima tahun dari Kennedy Space Center. Dengan teknologi yang jauh melampaui pendahulunya, Roman diharapkan menjadi kunci utama dalam pemahaman manusia tentang alam semesta.
Lompatan Teknologi dan Kecepatan Survei
Meskipun memiliki cermin utama berukuran sama dengan Hubble, yakni 2,4 meter, kamera pada Teleskop Roman memiliki bidang pandang 100 kali lebih luas. Administrator NASA, Jared Isaacman, menekankan lompatan teknologi ini dalam sebuah konferensi pers.
“Roman akan menyelidiki materi gelap, energi gelap, dan struktur alam semesta itu sendiri. Kemampuan surveinya 1.000 kali lebih cepat daripada Hubble dan dapat memetakan 200 kali lebih banyak langit dalam satu gambar. Hubble butuh 2.000 tahun untuk memproses apa yang bisa dilakukan Roman dalam satu tahun,” ujar Isaacman, dikutip dari IFL Science.
Perbandingan performa ini sangat signifikan. Teleskop Hubble, yang telah beroperasi selama 36 tahun, telah mengirimkan total 400 terabyte data. Sementara itu, Teleskop Roman diprediksi akan menghasilkan 1,4 terabyte data setiap harinya.
Dr. Nicky Fox, administrator asosiasi untuk Direktorat Misi Sains NASA, menyebut teleskop ini sebagai “raksasa data” dan sebuah “mesin kecepatan”.
“Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman adalah pembangkit tenaga listrik murni. Ini benar-benar mesin kecepatan. Kecepatan kita dalam memindai langit dan memberikan hasil akan berada pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ungkap Dr. Fox.
Menyingkap Misteri Alam Semesta dan Planet Asing
Misi utama Roman mencakup pemahaman tentang percepatan perluasan alam semesta dan penemuan planet-planet ekstrasurya, termasuk planet “yatim piatu” yang tidak mengorbit bintang manapun.
Julie McEnery, ilmuwan proyek senior di NASA Goddard, menyatakan bahwa misi ini berada di ambang penemuan ilmiah yang tak terbayangkan.
“Dalam lima tahun pertama misi tersebut, Roman diharapkan dapat mengungkap lebih dari 100.000 dunia jauh, ratusan juta bintang, dan miliaran galaksi. Kita akan mempelajari informasi baru tentang alam semesta dengan sangat cepat,” kata McEnery dalam sebuah pernyataan.
Lebih lanjut, McEnery menambahkan bahwa aspek paling menarik dari misi ini justru terletak pada hal-hal yang belum diketahui dan tidak terduga.
“Sains paling mendebarkan dari Roman adalah hal-hal yang tidak terduga dan tidak bisa diprediksi, yang nantinya akan menjadi pertanyaan mendalam bagi misi-misi masa depan,” tambahnya.
Kehadiran Teleskop Roman diharapkan tidak hanya menjawab tantangan pada model standar kosmologi, tetapi juga memperbesar peluang manusia dalam menemukan dunia lain yang berpotensi layak huni di luar Tata Surya kita.
Ikuti Akses.co.id
