— Pemerintah Inggris menyatakan terus menjalin koordinasi erat dengan otoritas keamanan Amerika Serikat menyusul insiden penembakan yang terjadi di jamuan makan malam Gedung Putih pada Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat. Peristiwa ini terjadi menjelang kunjungan kenegaraan Raja Charles III ke Amerika Serikat yang dijadwalkan pekan depan.

Aspek keamanan dalam kunjungan tersebut menjadi prioritas utama bagi pemerintah Inggris, terutama setelah insiden penembakan yang memaksa Presiden Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump dievakuasi dari lokasi acara. Seorang pejabat senior Inggris, Darren Jones, mengonfirmasi adanya koordinasi intensif yang telah dilakukan antara pemerintah Inggris, Istana Buckingham, dan pihak keamanan Amerika Serikat.

“Dalam hal kunjungan Yang Mulia ke Amerika Serikat minggu depan, layanan keamanan kami tentu tetap bekerja sama secara erat sebagai persiapan,” ujar Jones dalam wawancara dengan Sky News, seperti dikutip Kompas.com.

Baik pemerintah Inggris maupun Istana Buckingham memandang keseriusan keamanan Raja Charles sangat tinggi. Pembahasan lanjutan terus dilakukan menjelang keberangkatan Raja Charles dan Ratu Camilla untuk kunjungan selama empat hari, yang dimulai pada Senin (27/4/2026).

Agenda Kunjungan Raja Charles

Selama kunjungannya di Amerika Serikat, Raja Charles dijadwalkan untuk bertemu langsung dengan Presiden Trump. Ia juga akan menyampaikan pidato di hadapan Kongres Amerika Serikat. Kunjungan ini memiliki makna simbolis yang kuat, sekaligus menandai peringatan 250 tahun deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat dari Inggris.

Insiden Penembakan di Gedung Putih

Insiden penembakan terjadi di Washington Hilton saat jamuan makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih berlangsung. Peristiwa ini memicu kepanikan dan evakuasi cepat oleh Secret Service. Pihak berwenang memastikan situasi berhasil dikendalikan dan pelaku telah diamankan.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer turut berkomentar mengenai insiden tersebut. Ia mengaku terkejut dengan situasi yang terjadi. “Merupakan kelegaan besar bahwa Presiden Trump, Ibu Negara, dan para tamu tidak terluka,” kata Starmer, seraya menegaskan bahwa serangan terhadap institusi demokrasi maupun kebebasan pers harus dikecam sekeras-kerasnya.