Insiden penembakan tragis terjadi di situs bersejarah Piramida Teotihuacan, Meksiko, pada Senin (20/4/2026). Seorang wisatawan wanita asal Kanada berusia 32 tahun dilaporkan tewas, sementara 13 orang lainnya mengalami luka-luka. Pelaku, yang kemudian diketahui melakukan bunuh diri, melepaskan tembakan di tengah keramaian pengunjung situs yang merupakan salah satu destinasi paling populer di Meksiko.
Peristiwa ini terjadi hanya tujuh minggu sebelum Meksiko dijadwalkan menjadi tuan rumah pertandingan pembuka Piala Dunia FIFA di Mexico City. Kepanikan sempat melanda pengunjung situs warisan dunia UNESCO tersebut.
“Terjadi desak-desak dan kepanikan besar, semua orang berlari bersamaan untuk keluar,” kata sepasang suami istri asal Inggris, dikutip dari BBC, Selasa (21/4/2026).
Pelaku Warga Meksiko, Diduga Terpengaruh Kekerasan di AS
Jaksa setempat mengidentifikasi pelaku penembakan sebagai Julio Cesar Jasso Ramirez, seorang warga negara Meksiko. Kabinet keamanan pemerintah Meksiko melaporkan bahwa 13 korban luka, yang berusia antara 6 hingga 61 tahun, telah menerima perawatan di rumah sakit.
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, pada Selasa (21/4/2026), telah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban asal Kanada yang identitasnya belum diumumkan secara resmi oleh otoritas.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menduga pelaku menunjukkan tanda-tanda masalah psikologis dan terpengaruh oleh kejadian kekerasan di luar negeri. “Berdasarkan semua indikasi yang diberikan oleh pihak kejaksaan, orang ini menunjukkan tanda-tanda masalah psikologis dan dipengaruhi oleh kejadian yang terjadi di luar negeri,” jelas Sheinbaum.
Jaksa Agung Negara Bagian Meksiko, Jose Luis Cervantes Martinez, mengungkapkan bahwa pelaku membawa dokumen yang diduga merujuk pada pembantaian di Sekolah Menengah Atas Columbine tahun 1999 di Amerika Serikat. “Di antara barang-barang miliknya, pihak berwenang juga menemukan literatur, gambar, dan dokumen yang diduga terkait dengan tindakan kekerasan yang mungkin terjadi di Amerika Serikat pada April 1999,” ujar Cervantes Martinez.
Selain dokumen tersebut, polisi juga menemukan sebuah senjata api, senjata tajam, dan peluru aktif di lokasi kejadian. Sekretaris Keamanan Negara, Cristobal Castaneda Camarillo, mengonfirmasi bahwa dua warga Kolombia, seorang warga Rusia, dan seorang warga Kanada termasuk di antara para korban luka.
Kesaksian Pengunjung: Kepanikan dan Minimnya Pemeriksaan Keamanan
Menurut saksi mata, pelaku penembakan berada di mezanin kuil dan tampaknya menembakkan sebagian besar tembakan ke udara sambil memegang tablet digital dan berteriak. Sepasang suami istri asal London yang sedang berlibur di Meksiko mengaku menyaksikan langsung kepanikan pengunjung saat orang-orang mulai berlarian sambil berteriak tentang seorang pria bersenjata.
Pasangan tersebut segera membujuk rombongan tur mereka untuk menuju pintu keluar, meskipun terjadi kebingungan mengenai situasi yang sebenarnya. “Tidak ada evakuasi terkoordinasi sama sekali, kami bisa melihat ada petugas yang berlarian, tetapi tidak satu pun dari mereka yang menyuruh siapa pun untuk pergi,” kata mereka.
Mereka juga menyoroti minimnya pemeriksaan keamanan saat memasuki situs tersebut. “Mereka menambahkan bahwa mereka tidak dikenai pemeriksaan keamanan apa pun saat memasuki lokasi tersebut, meskipun membawa ransel.”
“Anda tidak pernah menyangka akan menghadapi situasi seperti ini, tetapi pada akhirnya kami baik-baik saja,” ujar mereka. “Menurut saya, pada dasarnya kita adalah pihak yang beruntung, seseorang kehilangan nyawa hari ini,” sambungnya.
Piramida Teotihuacan, yang merupakan kota kuno dan rumah bagi piramida-piramida besar yang sudah ada sebelum peradaban Aztec, dijadwalkan menjadi lokasi pertunjukan malam yang imersif bagi wisatawan selama Piala Dunia musim panas ini.






