Akses.co.id — JAKARTA, CNN Indonesia — Sebuah rumah kos empat lantai di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, menjadi lokasi insiden tragis dua asisten rumah tangga (ART) yang melompat dari ketinggian pada Rabu (22/4/2026) malam. Peristiwa ini mengakibatkan salah seorang ART meninggal dunia dan satu lainnya mengalami patah tangan.
Tim CNN Indonesia menyambangi lokasi kejadian di Jalan Bendungan Walahar Buntu Nomor 32, Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/4/2026) malam. Rumah berlantai empat tersebut terletak di sebuah belokan jalan yang cenderung sepi dengan minim penerangan.
Bangunan itu dipagari besi hitam berbentuk teralis, memungkinkan pandangan ke area teras dari luar. Saat kunjungan, terlihat satu mobil putih dan tiga sepeda motor terparkir di teras. Papan pengumuman bertuliskan “Terima Kost Mulia Residence 2. Fasilitas AC, kulkas, tv kabel, bed & free WiFi” terpasang di ujung pagar.
Di bagian depan rumah, terdapat pos keamanan, namun tidak terlihat adanya petugas yang berjaga. Dari depan, bangunan empat lantai ini tidak begitu kentara. Namun, dari sisi samping rumah, keempat lantainya terlihat jelas. Lantai 1 hingga 3 memiliki pagar teralis hitam dan deretan kamar kos yang dilengkapi koridor. Lampu koridor di ketiga lantai tersebut tampak padam, menciptakan suasana gelap.
Lantai teratas bangunan dipagari tembok dengan teralis besi hitam. Kondisi di sekitar rumah juga minim penerangan jalan. Jalan di depan dan samping rumah merupakan jalan buntu, menambah kesan sepi di area tersebut. Sekitar pukul 20.00 hingga 21.15 WIB, suasana di sepanjang Jalan Bendungan Walahar Buntu terpantau lengang.
Jalan tersebut berbatasan dengan tembok tinggi yang memisahkan dengan permukiman lain. Dari balik tembok, terdengar suara keramaian dan sorakan.
Kesaksian Warga
Thamrin (35), seorang warga yang tinggal di Jalan Bendungan Walahar Buntu, menceritakan pengalamannya mendengar suara benda jatuh dari atas pada Rabu malam. Ia dan temannya sedang bermain ponsel di teras sekitar pukul 23.00 WIB ketika suara tersebut terdengar.
“Pas itu ada suara benda jatuh keras. Lalu ada suara lagi. Terdengar jatuh dari atas. Kita pikir itu suara orang buang sampah,” ujar Thamrin, yang meminta identitasnya disamarkan.
Awalnya Thamrin merasa kesal karena mengira ada yang membuang sampah dari atas. Namun, suara jatuh tersebut terdengar berulang hingga lima kali. Rasa penasaran mendorong Thamrin untuk mencari sumber suara.
Saat mendekati lokasi, area tersebut masih gelap. Thamrin terpaksa menggunakan lampu senter ponselnya. “Saat itu terlihat dua orang perempuan tergeletak di tanah. Dan ada beberapa tas sudah di tanah,” tuturnya.
“Satu perempuan tergeletak dalam posisi tengkurap. Satunya lagi telentang merintih kesakitan,” lanjut Thamrin.
Ia segera memanggil temannya untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT. Thamrin sempat mencoba menanyai kedua perempuan itu, namun tidak mendapat jawaban mengenai penyebab mereka berada di tanah. Penjaga rumah kos kemudian diberitahu, dan teman Thamrin segera menghubungi layanan ambulans.
“Teman saya panggil ambulans karena melihat dua orang perempuan itu sudah mengkhawatirkan kondisinya,” katanya.
Thamrin menunjukkan lokasi kejadian di jalan samping rumah berlantai empat tersebut. Jalan itu, yang masih merupakan bagian dari Jalan Bendungan Walahar Buntu, tampak remang-remang saat dipantau pada Kamis malam.
Ikuti Akses.co.id
