Akses.co.id — SIDOARJO, KOMPAS.com – Seorang pemuda asal Sleman nekat memanjat menara Base Transceiver Station (BTS) setinggi 20 meter di Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu (22/4/2026). Aksi tersebut terekam dalam sejumlah foto dan video yang beredar di media sosial, sontak memicu kekhawatiran warga dan perhatian publik.
Menurut keterangan warga, pria yang diketahui bernama Andika Resta itu mulai memanjat tower yang berlokasi tepat di pinggir jalan desa sekitar pukul 17.00 WIB. Warga setempat menyaksikan langsung upaya nekat pemuda berusia 25 tahun tersebut.
“Warga tahunya itu sekitar pukul 17.00 WIB kemarin. Waktu itu, dia berusaha naik ke atas tower,” ujar Prasetyo, salah seorang warga Desa Kwangsan, pada Kamis (23/4/2026).
Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan pemuda tersebut, tetapi juga sempat menyebabkan kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Warga khawatir Andika akan melompat dari ketinggian.
“Warga takutnya tiba-tiba dia loncat dari tower. Banyak yang lihat waktu itu, sampai bikin macet jalan,” katanya.
Evakuasi Dramatis Tim SAR
Menyikapi situasi yang berpotensi membahayakan, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat Kepolisian Sektor Sedati. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Kantor SAR Surabaya untuk segera dilakukan upaya evakuasi.
Tim SAR Surabaya merespons cepat dengan mengerahkan satu tim khusus yang dilengkapi peralatan penyelamatan vertikal. Proses evakuasi berlangsung selama kurang lebih dua jam.
“Proses evakuasi berlangsung sekitar dua jam. Kami langsung mengerahkan tim dengan peralatan vertical rescue begitu mendapat laporan,” ujar Didit Arie Ristandy, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Surabaya.
Didit menjelaskan bahwa selama proses evakuasi, Andika tidak menunjukkan perlawanan. Tim SAR berhasil menurunkan pemuda tersebut dari tower menggunakan teknik penurunan vertikal dengan tali, memastikan keselamatan selama operasi berlangsung.
“Sekitar pukul 20.23 WIB, tim berhasil mengevakuasi Andika turun. Tim medis kemudian langsung memeriksa dan memberikan penanganan awal kepadanya sebelum petugas membawanya ke Puskesmas Sedati,” ungkapnya.
Dugaan Depresi
Hingga berita ini diturunkan, motif pasti di balik aksi nekat Andika memanjat tower BTS tersebut masih belum diketahui secara pasti oleh pihak berwenang. Namun, dugaan awal mengarah pada kondisi depresi yang dialami oleh pemuda tersebut.
“Kami tidak tahu penyebab pasti mengapa survivor melakukan ini, namun dugaan awal adalah karena depresi. Saat pemeriksaan di puskesmas, keadaan survivor selamat dan sehat,” pungkas Didit.
Ikuti Akses.co.id
