Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memastikan siswi kelas II Sekolah Menengah Pertama (SMP) berinisial T, korban insiden pembakaran di Tambakmulyo, Semarang Utara, akan mendapatkan perlindungan dan penanganan medis secara optimal. Langkah ini diambil menyusul arahan langsung dari Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng.
Jajaran Kecamatan Semarang Utara, bersama dengan dinas terkait, bergerak cepat untuk memberikan penanganan terpadu. Penanganan ini mencakup pendampingan psikologis hingga perawatan medis intensif bagi korban yang masih di bawah umur.
Koordinasi Lintas Dinas untuk Penanganan Korban
Camat Semarang Utara, Siwi Wahyuningsih, menjelaskan bahwa pihaknya segera berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait. “Kami melakukan atensi dan intervensi terhadap korban. Pertama, kami koordinasi dengan DP3A terkait perlindungan perempuan dan anak karena korbannya masih di bawah umur,” ujarnya.
Koordinasi juga melibatkan Dinas Sosial dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) K.R.M.T. Wongsonegoro (RSWN). Pendekatan terpadu ini bertujuan untuk memastikan seluruh kebutuhan korban, baik medis maupun non-medis, terpenuhi selama masa pemulihan.
Kendala Biaya Teratasi, Perawatan Intensif Dimulai
Sebelumnya, korban sempat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit swasta. Namun, penanganan medis terhenti akibat kendala biaya yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Menyadari hal tersebut, Pemkot Semarang mengambil langkah cepat untuk memfasilitasi rujukan korban ke RSWN.
“Kemarin kan dibawa ke rumah sakit swasta dan tidak ter-cover BPJS. Dengan adanya pendampingan dari DP3A, kami kirim (korban) ke RSWN untuk dilakukan pemeriksaan pengobatan secara intensif,” jelas Siwi.
Di RSWN, korban telah menjalani pemeriksaan mendalam. Berdasarkan hasil diagnosis, korban mengalami luka bakar yang cukup serius, mencakup sekitar 30 persen area tubuhnya, mulai dari lengan kanan hingga punggung. Tim medis langsung melakukan penanganan untuk mencegah risiko infeksi.
“Luka sekitar 30 persen. Makanya kita evakuasi karena takutnya (luka) rentan dengan bakteri dan virus,” ucap Siwi.
Bantuan Logistik Turut Diberikan
Selain layanan kesehatan, Pemkot Semarang juga menunjukkan komitmennya dalam memberikan dukungan secara menyeluruh. Melalui Dinas Sosial, bantuan logistik berupa sembako telah disalurkan kepada keluarga korban. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga selama proses pemulihan korban.
Langkah-langkah ini menegaskan komitmen Pemkot Semarang untuk memberikan perlindungan maksimal kepada anak-anak serta memastikan korban kekerasan mendapatkan penanganan yang komprehensif dan tuntas.






