Akses.co.id — Pemerintah Kabupaten Brebes mengeluarkan peringatan tegas terkait potensi alih fungsi lahan produktif seiring dengan meningkatnya minat investasi di wilayah tersebut. Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menekankan bahwa investor yang masuk tidak diizinkan menguasai lahan hijau yang merupakan tulang punggung sektor pertanian daerah.
Pernyataan ini disampaikan Bupati Paramitha saat menghadiri acara Halalbihalal dan Rapat Pimpinan Kabupaten (Rapimkab) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Brebes di Hotel King Royal Brebes, pada Sabtu (25/4/2026).
“Saya tidak anti investor. Silakan masuk ke Brebes, tetapi harus jelas rencananya sejak awal dan sesuai ketentuan,” ujar Paramitha.
Menurutnya, pemerintah daerah menyambut baik investasi yang dapat membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menggerakkan roda perekonomian daerah. Namun, ia menegaskan bahwa investasi tersebut harus selaras dengan kepentingan jangka panjang daerah, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan dan kelestarian tata ruang.
Bupati Paramitha secara spesifik mengingatkan bahwa lahan pertanian produktif tidak boleh dialihfungsikan menjadi kawasan industri atau permukiman tanpa kajian yang mendalam. “Jangan sampai lahan hijau dipakai industri secara sembarangan. Pertanian harus tetap kita jaga,” tegasnya.
Untuk memperjelas hal ini, Pemerintah Kabupaten Brebes saat ini tengah mempercepat penyusunan dan penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dokumen ini diharapkan dapat memberikan kepastian zona untuk industri, pertanian, perdagangan, dan permukiman. Dengan adanya kepastian tata ruang, pemerintah berharap investor mendapatkan kejelasan lokasi usaha, sementara masyarakat tetap terlindungi atas kawasan produktif yang menjadi sumber penghidupan mereka.
Dunia Usaha Sambut Baik, Minta Sinergi
Menanggapi hal tersebut, Ketua Kadin Brebes, Indra Kusuma, menyatakan bahwa dunia usaha menyambut baik langkah pemerintah daerah dalam membuka peluang investasi. Namun, ia menekankan agar manfaat investasi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat dan pelaku usaha lokal.
“Investasi yang masuk ke Brebes diharapkan bisa bersinergi dengan pengusaha lokal, UMKM, dan petani,” kata Indra.
Indra menambahkan bahwa investasi yang sehat tidak hanya membawa modal, tetapi juga menciptakan peluang kemitraan, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kapasitas usaha daerah. Ia juga berharap pelaku UMKM di Brebes mendapatkan ruang dalam rantai pasok industri baru agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh pemodal besar.
Selain itu, Indra juga menyoroti tantangan ekonomi global yang turut memengaruhi pelaku usaha daerah, mulai dari fluktuasi harga energi hingga biaya distribusi barang.
Mewakili Kadin Jawa Tengah, Triyatmo, menilai Brebes memiliki potensi besar untuk berkembang berkat lokasinya yang strategis di jalur nasional serta kekuatan di sektor pertanian dan perdagangan.
“Brebes punya modal besar untuk tumbuh, tinggal diperkuat kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah,” ucapnya.
Triyatmo menambahkan bahwa hubungan yang baik antara pemerintah daerah dan dunia usaha merupakan modal penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Ia berharap Brebes dapat memanfaatkan posisi strategisnya untuk menarik investasi yang produktif dan padat karya.
Agenda Strategis Kadin Brebes
Dalam forum Rapimkab tersebut, Kadin Brebes juga membahas sejumlah agenda strategis. Di antaranya adalah pendataan UMKM, penguatan akses perizinan dan pasar, pengawalan tata ruang wilayah, serta pembentukan forum komunikasi rutin antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan investor.
Ketua Panitia, Danang Komaruzaman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. “Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi seluruh tamu undangan. Apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan, kami memohon maaf sebesar-besarnya,” jelasnya.
Ia berharap forum silaturahmi ini dapat memperkuat kebersamaan antaranggota Kadin serta membuka peluang kerja sama baru bagi pengembangan usaha di Kabupaten Brebes.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus Kadin, pelaku usaha, pimpinan BUMD, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta tamu undangan dari berbagai daerah.
Ikuti Akses.co.id
