Pemerintah Kabupaten Aceh Utara secara resmi memulai pembangunan 500 unit hunian tetap (huntap) yang diperuntukkan bagi para penyintas banjir. Bantuan pembangunan ini merupakan kerja sama dengan Yayasan Budha Tzuchi. Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, yang akrab disapa Ayahwa, menyampaikan bahwa target penyelesaian seluruh unit adalah bulan Agustus 2026.
Rincian pembangunan 500 unit huntap ini tersebar di beberapa kecamatan. Sebanyak 130 unit akan dibangun di Desa Alue Papeun dan 98 unit di Desa Matang Drien, keduanya berada di Kecamatan Tanah Jambo Aye. Sementara itu, 172 unit dialokasikan untuk Desa Buket Linteung di Kecamatan Langkahan. Tak hanya itu, 100 unit lainnya akan berdiri di Desa Paya Bujok, Kecamatan Bakiya.
Sebelumnya, sebanyak 100 unit rumah untuk penyintas banjir telah diserahkan kepada korban di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang. “Proses pembangunan 100 unit di Desa Paya Bujok itu hampir rampung. Sedangkan 400 unit lainnya sedang dikerjakan, wajib selesai Agustus 2026,” ungkap Ayahwa, didampingi Asisten II Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, M Nasir.
Validasi Data Penerima Rumah
Untuk penyintas banjir lainnya, saat ini pemerintah daerah tengah melakukan validasi data calon penerima rumah di masing-masing desa. Proses ini krusial untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Data awal kita sebanyak 9.707 unit hunian tetap untuk korban banjir. Sekarang memasuki tahap validasi di lapangan. Data final akan diserahkan ke Kementerian Perumahan dan BNPB untuk proses pembangunan hunian tetap,” jelas Bupati Ismail A Jalil.
Tenaga Kerja Lokal Prioritas
Direktur CV Raya Engineering Kabupaten Aceh Utara, Reza Angkasah, menambahkan bahwa saat ini pembangunan telah memasuki tahap pondasi rumah. Ia menegaskan komitmen untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam proyek ini.
“Seluruh pekerja kita sesuai arahan pemerintah wajib pekerja lokal, jadi sekitar 3.000 pekerja lokal membangun 500 unit rumah itu sekarang ini,” ujar Reza Angkasah saat dihubungi terpisah.






