— Pemegang saham Warner Bros. Discovery (WBD) telah memberikan lampu hijau untuk merger senilai 110 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.892 triliun dengan Paramount Skydance (PSKY). Keputusan ini menjadi tonggak penting dalam industri media global dan memicu pergerakan saham Paramount pasca-pengumuman.

Dalam keterangan resmi yang dirilis pada Rabu (23/4/2026), Warner Bros. mengonfirmasi bahwa hasil sementara rapat umum pemegang saham menunjukkan mayoritas investor menyetujui penggabungan usaha tersebut. CEO Warner Bros. Discovery, David Zaslav, menyambut baik persetujuan ini sebagai langkah krusial menuju penyelesaian transaksi bersejarah yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

Meskipun persetujuan pemegang saham telah diperoleh, proses merger ini belum sepenuhnya rampung. Transaksi masih memerlukan lampu hijau dari regulator dan ditargetkan selesai pada kuartal ketiga tahun 2026.

Akhir Perebutan Akuisisi, Netflix Alihkan Fokus

Persetujuan pemegang saham WBD mengakhiri proses panjang yang sebelumnya sempat melibatkan Netflix (NFLX). Dikutip dari Yahoo Finance, Jumat (24/4/2026), awalnya Netflix sempat memenangkan penawaran akuisisi Warner Bros. dengan nilai yang diperkirakan mencapai hampir Rp 1.428 triliun atau setara 83 miliar dollar AS.

Namun, Paramount kemudian mengajukan tawaran yang lebih tinggi. Tawaran tersebut mencakup sekitar Rp 533.200 per saham (setara 31 dollar AS) ditambah biaya terminasi senilai Rp 48,16 triliun (setara 2,8 miliar dollar AS) untuk membatalkan kesepakatan awal dengan Netflix.

Di sisi lain, Netflix memilih untuk melanjutkan strategi bisnisnya secara mandiri. Keputusan ini disambut positif oleh pasar. Analis BMO, Brian J. Pitz, menilai prospek Netflix menjadi lebih jelas karena investor kini dapat kembali fokus pada fundamental inti perusahaan dan potensi pengembangan bisnis iklan yang diperkirakan bernilai lebih dari 10 miliar dollar AS dalam jangka panjang.

Melahirkan Raksasa Streaming Baru

Merger antara Warner Bros. Discovery dan Paramount Skydance ini diproyeksikan akan menggabungkan layanan streaming HBO Max dan Paramount+. Langkah ini akan menciptakan satu platform besar yang menawarkan portofolio konten sangat luas, mulai dari serial ikonik seperti “Sopranos” dan “Euphoria”, hingga “SpongeBob SquarePants” dan dunia sihir “Harry Potter”.

David Zaslav meyakini kombinasi ini akan melahirkan sebuah perusahaan media dan hiburan generasi baru. Analis Needham, Laura Martin, memperkirakan entitas gabungan ini akan memiliki sekitar 200 juta pelanggan streaming secara bruto. Angka ini menempatkannya sebagai salah satu pemain terbesar di industri, hanya berada di bawah Netflix.

Martin menambahkan bahwa perusahaan hasil merger tidak lagi akan mengoperasikan beberapa layanan over-the-top (OTT) kelas menengah. Sebaliknya, mereka akan fokus pada satu platform global yang lebih kompetitif dalam hal waktu konsumsi pengguna, kekuatan harga, dan monetisasi iklan. Selain itu, perusahaan gabungan ini akan memiliki dua perpustakaan film dan televisi terbesar, serta portofolio hiburan yang kuat yang mencakup film layar lebar, televisi, olahraga, berita, hingga layanan direct-to-consumer (DTC).

Paramount Skydance juga sebelumnya telah menyatakan komitmennya untuk memproduksi setidaknya 30 film bioskop setiap tahunnya.