Akses.co.id — Pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo (Jogja-Solo) terus menunjukkan kemajuan signifikan, terutama pada segmen Prambanan-Purwomartani yang progres konstruksinya telah mencapai 94,8 persen per 15 April 2026. Capaian ini merupakan bagian dari upaya percepatan penyelesaian proyek yang ditargetkan dapat beroperasi penuh pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027, serta Lebaran 2027.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa percepatan pembangunan ini juga terkait dengan rencana pengembangan akses menuju kawasan wisata Ratu Boko melalui wilayah Bokoharjo. “Kunjungan ini sebagai tindak lanjut hasil rapat pembahasan permohonan percepatan pembangunan akses Bokoharjo Jalan Tol Jogja-Solo yang ditargetkan dapat mendukung kesiapan operasional Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027 serta Lebaran 2027,” ujar Rivan dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (23/4/2026).
Akses baru ini direncanakan akan terhubung melalui Gerbang Tol (GT) Purwomartani dengan panjang sekitar 1,95 kilometer menuju wilayah Bokoharjo. Keberadaan akses ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalur nasional Yogyakarta-Solo, sekaligus memangkas waktu tempuh para pengguna jalan.
Lebih lanjut, konektivitas langsung menuju kawasan wisata Ratu Boko dinilai berpotensi memberikan dampak positif terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Rivan menegaskan, pengembangan akses ini merupakan wujud komitmen Jasa Marga dalam meningkatkan konektivitas sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Yogyakarta.
“Jasa Marga berkomitmen untuk mempercepat penyediaan akses menuju kawasan Bokoharjo sebagai pintu masuk ke destinasi wisata Ratu Boko, sehingga dapat meningkatkan kemudahan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata,” jelasnya.
Saat ini, Jasa Marga telah memulai tahap awal persiapan lahan untuk pembangunan akses tersebut. Seiring dengan progres yang terus berjalan, proyek ini tidak hanya diharapkan dapat melancarkan mobilitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar kawasan.
Dengan konektivitas yang semakin membaik, kawasan wisata Ratu Boko diproyeksikan akan semakin mudah dijangkau oleh wisatawan, sekaligus berkontribusi dalam mengurangi beban lalu lintas pada jalur arteri utama.
Ikuti Akses.co.id
