Akses.co.id — Kebiasaan mengonsumsi minuman rendah kalori yang menggunakan pemanis buatan, seperti soda diet, belakangan ini kembali disorot. Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology memberikan peringatan bahwa zat pemanis ini mungkin memiliki dampak negatif pada kesehatan otak, khususnya terkait penurunan fungsi kognitif.
Penelitian yang dilakukan terhadap lebih dari 12.000 orang dewasa di Brasil selama delapan tahun ini melacak konsumsi tujuh jenis pemanis buatan, termasuk aspartame, erythritol, dan saccharin. Hasilnya menunjukkan adanya korelasi antara konsumsi pemanis buatan dalam jumlah tinggi dengan penurunan kemampuan berpikir dan memori yang lebih cepat.
Penurunan Fungsi Otak yang Lebih Cepat
Temuan studi tersebut cukup mencolok. Para partisipan yang mengonsumsi pemanis buatan dalam jumlah tinggi menunjukkan penurunan kemampuan kognitif dan memori yang lebih cepat dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya atau mengonsumsi dalam jumlah rendah. Konsumsi tinggi, yang diestimasi sekitar 191 mg per hari atau setara dengan satu kaleng soda diet, dikaitkan dengan penuaan otak tambahan hingga 1,6 tahun.
Menariknya, dampak ini terlihat lebih kuat pada individu yang menderita diabetes Tipe 2. Selain itu, efek tersebut terutama teramati pada peserta yang berusia di bawah 60 tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa kelompok usia tertentu mungkin lebih rentan terhadap pengaruh pemanis buatan.
Mekanisme Potensial Dampak Pemanis Buatan pada Otak
Para ahli nutrisi menilai bahwa hasil penelitian ini masuk akal, mengingat beberapa mekanisme biologis yang diduga berperan. Salah satu dugaan utama adalah terjadinya peradangan otak atau neuroinflammation, yang dapat merusak area otak yang bertanggung jawab untuk memori dan fungsi kognitif lainnya.
Selain itu, pemanis buatan juga dikaitkan dengan gangguan metabolisme, termasuk kesulitan dalam mengontrol kadar gula darah. Perubahan pada mikrobioma usus juga menjadi perhatian, mengingat adanya hubungan erat antara kesehatan usus dan otak (gut-brain axis).
Beberapa jenis pemanis buatan, seperti aspartame, diketahui dapat terurai menjadi senyawa yang berpotensi memicu peradangan. Sementara itu, pemanis lain seperti sakarin dan sukralosa diduga dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di dalam usus. Kombinasi efek-efek ini secara keseluruhan dapat melemahkan komunikasi antar sel otak dan mempercepat proses penurunan kognitif.
Perlu Khawatir? Memahami Konteks Penelitian
Meskipun hasil studi ini menimbulkan kekhawatiran, penting untuk dicatat bahwa penelitian ini menunjukkan adanya hubungan atau asosiasi, bukan hubungan sebab-akibat yang pasti. Faktor-faktor lain yang berkaitan dengan pola makan secara keseluruhan atau gaya hidup partisipan juga bisa berkontribusi pada hasil yang diamati.
Namun demikian, para peneliti dari University of São Paulo menegaskan bahwa konsumsi pemanis buatan dalam jumlah tinggi tetap perlu diwaspadai dalam jangka panjang karena potensi dampaknya terhadap kesehatan otak.
Rekomendasi Pengurangan Konsumsi
Menghadapi temuan ini, banyak ahli menyarankan untuk mulai mengurangi konsumsi pemanis buatan, terutama jika dikonsumsi secara rutin setiap hari. Berikut adalah beberapa langkah praktis yang bisa dicoba:
- Kurangi secara bertahap: Tidak perlu berhenti total mendadak. Mulailah dengan mengurangi sedikit demi sedikit, misalnya dengan mengurangi jumlah pemanis dalam minuman seperti kopi atau teh, dan membiasakan lidah dengan rasa yang tidak terlalu manis.
- Pilih alternatif yang lebih aman: Beberapa pemanis alami seperti stevia atau monk fruit dinilai belum menunjukkan dampak negatif yang signifikan dalam berbagai studi.
- Gunakan pemanis alami: Alternatif alami seperti madu, sirup maple, atau gula kelapa bisa menjadi pilihan yang lebih sehat untuk memberikan rasa manis pada makanan dan minuman.
- Manfaatkan rasa alami makanan: Menambahkan bahan-bahan alami yang memiliki rasa manis bawaan, seperti buah-buahan (pisang, beri, kurma), atau rempah-rempah seperti kayu manis dan vanila, dapat menjadi cara cerdas untuk mengurangi ketergantungan pada pemanis tambahan.
Ikuti Akses.co.id
