— YOGYAKARTA – Beban puluhan tahun terangkat. Suhardiyono, pelukis senior yang akrab disapa Kibar, akhirnya berhasil melunasi utang senilai Rp 400 juta di bank. Kebahagiaan itu semakin lengkap dengan kembalinya sertifikat tanah yang sebelumnya diagunkan untuk melunasi kewajiban tersebut.

Kabar gembira ini disampaikan langsung oleh Kibar melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram @maestro_kibar. Dalam video tersebut, ia tak kuasa menahan haru dan rasa syukurnya atas dukungan yang mengalir. “Wah plong luar biasa senang, sangat senang banget. Luar biasa atas berkat doa dari kawan-kawan semuanya,” ujar Kibar.

Ia menceritakan momen penting ketika sertifikat tanahnya kembali pada 29 April 2026. Kebahagiaan itu ia dedikasikan kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan, terutama para pembeli lukisannya.

“Terima kasih terbesar saya tentunya untuk saudara yang telah membeli lukisan saya. Yang pertama adalah Mas Gibran dan Mas Yuda. Dan dua lagi sosok yang meminta untuk tidak diungkapkan di dalam video. Semoga Tuhan memberkati saudara semua,” ucap Kibar dalam video tersebut.

Tujuh Karya Terjual, Hapus Utang Ratusan Juta

Atsir Mahatma Adam, salah satu pendamping Suhardiyono, membenarkan kabar pelunasan utang tersebut. Ia menjelaskan bahwa ada tujuh karya lukisan Kibar yang berhasil terjual kepada tiga pembeli.

“Tujuh lukisan (yang terjual), tiga buyer,” ujar Atsir Mahatma Adam saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp pada Jumat (30/04/2026).

Karya-karya Kibar yang kini telah berpindah tangan di antaranya berjudul “Gibran”, “Prabowo Hormat”, “Prabowo Expressionis”, “Titiek Soeharto”, “Bunda Theresa”, “8 Kuda Binal”, dan “Nanda & Cappucino”.

Menanggapi pertanyaan mengenai rencana Kibar selanjutnya, terutama terkait tempat tinggal setelah sertifikat tanahnya kembali, Adam mengaku belum ada pembicaraan lebih lanjut. “Belum, kami belum bicarakan sama Pak Kibar, terserah Beliau saja,” tuturnya.