— MAUMERE, KOMPAS.com — Seorang pemuka agama di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial FPA, diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang warga berinisial YA. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (22/4/2026) sore di Dusun Kahagoleng, Desa Wolonterang, Kecamatan Doreng.

Kepala Seksi Humas Polres Sikka, Leonardus Tunga, mengonfirmasi bahwa korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sikka pada Kamis (23/4/2026). Laporan itu diterima pada Sabtu (25/4/2026).

Kronologi Kejadian

Menurut Leonardus, korban diketahui merupakan seorang pastor rekan atau pastor pembantu di salah satu paroki setempat. Peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi sesaat setelah korban selesai memimpin misa pemakaman.

Dalam perjalanan pulang menggunakan sepeda motor, korban diduga diserang secara mendadak oleh terduga pelaku. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka memar di bagian tengkuk.

Penyelidikan Berlangsung

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut, termasuk motif di balik dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku berinisial YA. Leonardus menjelaskan bahwa tim penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap korban, terduga pelaku, serta beberapa orang saksi.

“Keterangan lengkap akan kami sampaikan setelah penyelidikan selesai,” tegas Leonardus.