— Bagi penikmat kopi, waktu konsumsi minuman berkafein ini kerap menjadi pertanyaan. Sebagian orang memilihnya sebagai teman memulai aktivitas di pagi hari, namun pakar menyarankan untuk menunda konsumsi kopi, terutama di sore dan malam hari, demi kualitas tidur yang lebih baik.

Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc., Dosen dan peneliti Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP), FTP UGM, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap konsumsi kopi pada sore dan malam hari. Alasannya, kandungan kafein dapat menunda produksi melatonin, hormon yang mengatur tidur, dan mengganggu ritme sirkadian tubuh. Hal ini berpotensi menurunkan kualitas tidur seseorang.

Widiastuti merekomendasikan waktu konsumsi kopi yang ideal adalah pada pagi hingga siang hari. “Konsumsi kopi yang baik adalah pada pagi hingga siang hari, sedangkan pada malam hari dapat mengganggu siklus bangun dan tidur,” kata Widiastuti, dilansir dari laman resmi UGM, Selasa (21/4/2026).

Hindari Kopi Langsung Setelah Bangun Tidur

Sementara itu, pakar lain, dr. Santi, Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia, memiliki saran tambahan terkait waktu minum kopi, meskipun tetap pada konteks pagi hari. Santi menyarankan agar seseorang tidak langsung mengonsumsi kopi sesaat setelah bangun tidur.

Menurut Santi, minum kopi segera setelah bangun tidur dapat memicu peningkatan tekanan dan gula darah. Hal ini berkaitan dengan ritme alami tubuh yang memproduksi hormon kortisol di pagi hari. Kortisol berfungsi membangunkan tubuh dan mempersiapkan aktivitas dengan meningkatkan tekanan darah dan gula darah. Kadar kortisol biasanya mencapai puncak sekitar pukul 08.00 dan kemudian menurun.

“Jika kebiasaan minum kopi selalu dilakukan langsung setelah bangun tidur, maka tubuh akan mengandalkan lonjakan kortisol dari kafein, bukan dari ritme alamiah. Inilah yang membuat seseorang semakin ketergantungan pada kopi,” ujar Santi, dikutip dari Kompas.com, Kamis (25/9/2026).

Santi menyarankan jeda waktu sekitar 90 hingga 120 menit setelah bangun tidur sebelum mengonsumsi kopi. “Minumlah air putih dan tunda minum kopi 90–120 menit setelah bangun pagi agar kita dapat menikmati kopi, mendapatkan manfaatnya, dan terhindar dari efek yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Kandungan Bioaktif dan Manfaat Kopi

Lebih lanjut, Widiastuti menjelaskan bahwa kopi tidak hanya mengandung kafein, tetapi juga berbagai komponen bioaktif lain yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan jika dikonsumsi dengan cara yang tepat. Salah satunya adalah asam klorogenat, yang memiliki aktivitas antioksidan dan dikaitkan dengan potensi efek antidiabetes.

Senyawa lain yang terkandung dalam kopi adalah trigonelin, yang berperan dalam pembentukan aroma khas kopi selama proses roasting. Widiastuti menambahkan bahwa komposisi kimia kopi, termasuk kandungan gula dan turunannya, sangat dipengaruhi oleh proses pengolahan, terutama roasting. Selama proses ini, gula mengalami reaksi Maillard dan karamelisasi, yang membentuk berbagai senyawa penyusun aroma dan rasa kopi.

“Perubahan komposisi ini tidak hanya memengaruhi cita rasa, tetapi juga karakteristik kimia kopi secara keseluruhan,” jelasnya. Ia juga menyebutkan bahwa beberapa senyawa turunan seperti gula alkohol (polyols) memiliki nilai kalori lebih rendah dibandingkan gula sederhana, namun tetap berkontribusi pada energi.

Widiastuti juga mengingatkan bahwa kafein tidak eksklusif pada kopi, melainkan juga terdapat dalam teh. Namun, secara umum, kandungan kafein dalam satu sajian kopi cenderung lebih tinggi dibandingkan teh, meskipun variasi ini sangat bergantung pada jenis bahan, metode penyeduhan, dan konsentrasi yang digunakan.

“Jika teh diseduh dengan gramasi yang lebih tinggi, kandungan kafeinnya juga dapat meningkat,” tuturnya.

Pada akhirnya, Widiastuti menekankan bahwa setiap bahan pangan memiliki potensi manfaat bagi tubuh. Namun, manfaat tersebut tidak dapat dinilai secara mutlak karena sangat dipengaruhi oleh proses pengolahan, waktu konsumsi, serta jumlah yang dikonsumsi. “Kita tidak bisa menyederhanakan suatu bahan pangan sebagai sepenuhnya sehat atau tidak. Banyak faktor yang perlu diperhatikan dalam cara pengolahan dan konsumsinya,” pungkasnya.