Akses.co.id — Kabupaten Sleman mencatat pergeseran signifikan dalam struktur Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata pada triwulan pertama tahun 2026. Hingga 31 Maret 2026, total PAD pariwisata Sleman mencapai Rp 103,79 miliar, atau 26,81 persen dari target tahunan yang dipatok sebesar Rp 387,2 miliar. Yang menarik, kontributor terbesar kini beralih ke pajak restoran, yang menyumbang Rp 51,16 miliar atau 49,36 persen dari total PAD pariwisata, melampaui sektor perhotelan.
Pergeseran ini mengindikasikan adanya perubahan pola konsumsi wisatawan yang cenderung lebih banyak berbelanja untuk kuliner dibandingkan dengan akomodasi menginap di hotel.
Pajak Restoran Mendominasi Penerimaan Daerah
Berdasarkan data yang dihimpun hingga akhir Maret 2026, sektor restoran menjadi tulang punggung penerimaan daerah dari sektor pariwisata Sleman. Pajak restoran berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 51,16 miliar, yang berarti hampir separuh dari total PAD pariwisata yang masuk pada periode tersebut.
Sementara itu, keseluruhan PAD pariwisata Sleman pada triwulan I 2026 tercatat sebesar Rp 103,79 miliar. Angka ini merepresentasikan 26,81 persen dari target tahunan yang ambisius, yakni Rp 387,2 miliar.
Sektor Perhotelan Mengalami Penurunan
Berbanding terbalik dengan sektor restoran, realisasi pajak dari sektor perhotelan justru menunjukkan tren penurunan. Hingga periode yang sama, pajak hotel hanya mencapai Rp 43,5 miliar. Angka ini mengalami penurunan sebesar 8,11 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, di mana penerimaan pajak hotel tercatat sebesar Rp 47,34 miliar.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto, menjelaskan bahwa penurunan ini erat kaitannya dengan perubahan preferensi wisatawan. “Di mana karena wisatawan cenderung memilih destinasi yang mudah dijangkau dalam waktu singkat, mengakibatkan turunnya jumlah wisatawan yang menginap (hotel),” ujarnya seperti dikutip dari Tribun Jogja, Kamis (23/4/2026).
Pajak Hiburan Mencatat Pertumbuhan Signifikan
Selain pajak restoran yang meroket, sektor hiburan juga menunjukkan performa yang mengesankan. Pajak hiburan tercatat mengalami lonjakan hingga 120,11 persen, mencapai Rp 7,68 miliar. Jika digabungkan, kontribusi dari pajak restoran, hotel, dan hiburan secara total menyumbang Rp 102,34 miliar, yang setara dengan 98,74 persen dari seluruh PAD pariwisata Sleman.
Pergeseran Tren Wisata Mendorong Perubahan
Perubahan komposisi dalam penerimaan PAD ini merupakan cerminan langsung dari pergeseran perilaku dan preferensi wisatawan. Fenomena yang dikenal sebagai microtourism, di mana wisatawan lebih memilih perjalanan singkat tanpa harus menginap, tampaknya menjadi faktor pendorong utama. Hal ini secara otomatis meningkatkan konsumsi di sektor kuliner, sementara permintaan akan kamar hotel mengalami penurunan.
Kondisi ini juga diperkuat oleh beberapa faktor lain, seperti meningkatnya konektivitas antarwilayah yang memudahkan akses, serta dominasi penggunaan kendaraan pribadi oleh wisatawan yang memungkinkan mereka untuk melakukan perjalanan dalam jangka waktu yang lebih singkat dan fleksibel.
Kinerja Pariwisata Sleman di 2025 Tetap Solid
Meskipun terjadi pergeseran dalam struktur penerimaan pada awal tahun 2026, sektor pariwisata Kabupaten Sleman secara keseluruhan telah menunjukkan kinerja yang sangat positif pada tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2025, PAD pariwisata Sleman berhasil mencapai Rp 389,5 miliar, angka ini melampaui target yang telah ditetapkan sebesar Rp 382,3 miliar dan menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Sektor pariwisata ini memegang peranan penting dalam perekonomian daerah, berkontribusi sekitar 26,24 persen terhadap total PAD Kabupaten Sleman, menjadikannya salah satu pilar utama penyokong keuangan daerah.
Ikuti Akses.co.id
