Tekno

OpenAI Rilis GPT-Rosalind, AI Khusus Bantu Ilmuwan Temukan Obat Lebih Cepat

Advertisement

OpenAI baru saja meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) terbarunya, GPT-Rosalind, pada Kamis (16/4/2026) waktu Amerika Serikat. Model ini dirancang khusus untuk mendampingi para ilmuwan dalam penelitian ilmu hayati, dengan bekal pengetahuan biologi mendalam dan kemampuan analisis ilmiah yang mumpuni. Peluncuran ini sejalan dengan kebutuhan mendesak akan alat berbasis AI di industri farmasi, akademik, dan bioteknologi untuk mempercepat penemuan dan pengembangan obat.

Dalam blog resminya, OpenAI menjelaskan bahwa GPT-Rosalind difokuskan pada tiga bidang utama: biokimia, penemuan obat, dan kedokteran translasi. Model ini dapat membantu peneliti dalam berbagai tugas multi-langkah, mulai dari sintesis bukti, pembuatan hipotesis, hingga perencanaan eksperimen. Para ilmuwan juga dapat memanfaatkannya untuk menelusuri basis data, membaca literatur ilmiah terbaru, mengoperasikan alat sains, serta mendapatkan rekomendasi eksperimen inovatif.

Nama GPT-Rosalind sendiri diambil untuk menghormati Rosalind Franklin, seorang ilmuwan Inggris abad ke-20 yang kontribusinya sangat krusial dalam mengungkap struktur DNA, yang menjadi fondasi bagi kemajuan biologi molekuler modern.

Performa Unggul di Berbagai Uji Coba

Untuk membuktikan efektivitasnya, OpenAI menguji GPT-Rosalind pada sejumlah platform benchmark. Di BixBench, sebuah tolok ukur yang mengukur kemampuan analisis data dan bioinformatika dalam skenario dunia nyata, GPT-Rosalind menunjukkan performa tertinggi dibandingkan model AI lainnya.

Pengujian lanjutan melalui LABBench2 juga memberikan hasil yang menjanjikan. GPT-Rosalind berhasil mengungguli GPT-5.4 pada enam dari sebelas tugas ilmiah yang diujikan. Peningkatan paling signifikan terlihat pada tugas CloningQA, yang melibatkan perancangan reagen secara menyeluruh untuk protokol kloning molekuler. Proses ini umumnya memerlukan keahlian laboratorium yang sangat spesifik.

Advertisement

Bukan Pengganti Ilmuwan, Melainkan Pendukung

OpenAI menegaskan bahwa GPT-Rosalind tidak dirancang untuk menggantikan peran para ilmuwan. Sebaliknya, model ini berfungsi sebagai alat bantu yang memungkinkan peneliti bekerja lebih efisien, terutama dalam menangani tugas-tugas yang memakan waktu dan membutuhkan analisis mendalam.

Menanggapi kekhawatiran mengenai potensi “halusinasi” pada AI, OpenAI menekankan bahwa GPT-Rosalind difokuskan pada sintesis bukti dan pembentukan hipotesis sebagai pendukung analisis, bukan sebagai pengganti penilaian ahli maupun validasi empiris. Keterlibatan pakar tetap menjadi syarat mutlak dalam setiap pengambilan keputusan.

GPT-Rosalind kini tersedia dalam versi research preview melalui ChatGPT, Codex, dan API bagi pelanggan yang memenuhi syarat. Beberapa perusahaan besar seperti Amgen, Moderna, dan Thermo Fisher Scientific telah menjadi pengguna awal model ini.

Plugin Gratis untuk Akses Alat Ilmiah

Bersamaan dengan peluncuran GPT-Rosalind, OpenAI juga merilis plugin penelitian ilmu hayati gratis untuk Codex. Plugin ini memberikan akses kepada para ilmuwan ke lebih dari 50 alat ilmiah dan sumber data secara bersamaan, semakin memperluas kapabilitas penelitian.

Advertisement