Akses.co.id — JAKARTA, CNN INDONESIA – Raksasa perlengkapan olahraga, Nike, kembali mengumumkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang kali ini menyasar sekitar 1.400 karyawannya di berbagai lini, dengan konsentrasi terbesar pada divisi teknologi. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan kinerja di tengah tantangan pasar.
Dalam sebuah memo internal yang ditujukan kepada karyawan, Chief Operating Officer (COO) Venkatesh Alagirisamy menjelaskan bahwa PHK ini merupakan elemen krusial dari inisiatif strategis perusahaan yang dikenal dengan nama “Win Now”. Langkah-langkah perampingan ini mencakup restrukturisasi tim teknologi, penataan ulang proses produksi alas kaki Air, serta konsolidasi operasional Converse.
Selain itu, Nike juga akan menyatukan pengelolaan bahan baku dengan tim produksi sepatu dan pakaian untuk mencapai efisiensi operasional yang lebih tinggi. “Secara keseluruhan, perubahan ini akan mengakibatkan pengurangan sekitar 1.400 posisi di operasi global, dengan mayoritas berada di bidang teknologi,” ungkap Alagirisamy dalam memo tersebut, seperti dikutip oleh CNBC.
Alagirisamy menambahkan, “Pengurangan ini sangat berat bagi karyawan yang terdampak maupun tim di sekitarnya.”
Juru bicara Nike menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memposisikan perusahaan agar lebih gesit dalam beradaptasi dengan dinamika industri olahraga yang terus berkembang, sekaligus mengakselerasi upaya pertumbuhan. PHK ini dilaporkan mencakup karyawan di Amerika Utara, Asia, dan Eropa, dan secara agregat mewakili kurang dari 2 persen dari total tenaga kerja global Nike.
“Ini bukan arah baru, melainkan tahap lanjutan dari transformasi yang sudah berjalan,” ujar Alagirisamy, menggarisbawahi bahwa perubahan ini merupakan bagian dari evolusi berkelanjutan perusahaan.
Nike mengonfirmasi bahwa pemberitahuan kepada karyawan yang terdampak mulai diberikan pada hari Kamis. CEO Elliott Hill dilaporkan tengah berupaya keras untuk memulihkan kinerja perusahaan setelah beberapa periode penurunan penjualan. Meskipun ada indikasi kemajuan awal, proses pemulihan ini tidak terlepas dari berbagai hambatan.
Sebelumnya, pada bulan Januari, Nike telah mengumumkan pemangkasan 775 pekerjaan. Fokus utama PHK gelombang pertama tersebut adalah pada pusat-pusat distribusi di Amerika Serikat, sejalan dengan upaya percepatan otomatisasi operasional.
Langkah-langkah restrukturisasi ini merupakan bagian dari target perusahaan untuk kembali mencapai lintasan pertumbuhan jangka panjang yang menguntungkan. PHK terbaru ini juga menyusul pemangkasan tenaga kerja yang terjadi pada musim panas tahun sebelumnya, yang berdampak pada kurang dari 1 persen staf korporat, sebagai bagian dari penyesuaian bisnis.
Dalam laporan kinerja kuartal fiskal ketiga yang dirilis bulan lalu, Nike telah memberikan sinyal peringatan bahwa penjualan diperkirakan masih akan mengalami penurunan sepanjang tahun. Proyeksi penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh ekspektasi penurunan sekitar 20 persen di pasar Tiongkok pada kuartal yang sedang berjalan.
Ikuti Akses.co.id
