Regional

NIat Lerai Keributan, Pemuda di Buleleng Jadi Korban Pengeroyokan

Advertisement

BULELENG, KOMPAS.com — Niat baik seorang pemuda berinisial Ketut DM (25) untuk melerai keributan di sebuah kafe kawasan Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali, justru berujung pada pengeroyokan. Ia melaporkan insiden tersebut ke polisi pada Senin (21/4/2026), sehari setelah kejadian.

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengonfirmasi bahwa laporan tersebut kini tengah dalam proses penyelidikan. “Kejadiannya dini hari, Senin (21/4/2026) dan dilaporkan hari itu juga. Saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar Yohana saat dikonfirmasi pada Kamis (23/4/2026) di Buleleng.

Peristiwa yang terekam video dan beredar viral di media sosial ini, tercatat dalam laporan polisi dengan nomor LP/B/101/IV/2026/SPKT/Polres Buleleng/Polda Bali tertanggal 21 April 2026.

Kronologi Berawal dari Karaoke hingga Adu Mulut

Menurut keterangan Iptu Yohana, insiden bermula saat korban Ketut DM bersama teman-temannya mengunjungi kafe tersebut untuk bersantai sambil menikmati minuman beralkohol jenis arak.

Suasana yang awalnya kondusif mendadak berubah tegang ketika beberapa pengunjung, termasuk rekan korban, naik ke panggung untuk bernyanyi dan berjoget. Ketegangan tersebut kemudian memicu terjadinya perkelahian di lokasi.

Dalam situasi kacau tersebut, Ketut DM mencoba untuk menengahi keributan. Namun, niatnya untuk meredakan situasi justru berujung pada dirinya terseret dalam adu mulut dengan sejumlah pengunjung lain.

Advertisement

Korban bahkan sempat terlibat perdebatan dengan petugas keamanan kafe. Meski telah berulang kali menjelaskan bahwa tujuannya hanya untuk menenangkan situasi, Ketut DM justru didatangi oleh beberapa petugas keamanan lainnya.

Pengeroyokan dan Luka-luka

Proses pengeroyokan terhadap Ketut DM bermula ketika ia diseret keluar dari kafe oleh dua orang petugas keamanan. Saat dalam perjalanan menuju pintu keluar, korban terjatuh dan langsung menerima pukulan di bagian wajah sebanyak dua kali.

Situasi semakin memburuk setelah korban berada di luar area kafe. Ia mengaku kembali dikeroyok oleh sekitar delapan orang secara bergantian di berbagai bagian tubuhnya.

Akibat serangan tersebut, Ketut DM mengalami sejumlah luka fisik. Ia menderita luka di bagian dahi dan dagu, memar pada mata kiri, rasa nyeri di pipi kanan dan kiri, sakit di punggung, serta luka di dalam mulut.

Saat ini, Polres Buleleng masih terus mendalami kasus pengeroyokan yang dialami oleh Ketut DM.

Advertisement