Akses.co.id — Sebuah spesies serangga purba yang baru ditemukan, dengan ciri khas kaki seperti penjepit, kini diabadikan namanya berdasarkan grup idola K-pop ternama, Stray Kids. Fosil serangga unik ini ditemukan terperangkap dalam getah pohon di negara bagian Kachin, Myanmar utara, dan memberikan pandangan baru terhadap ekosistem hutan berusia 100 juta tahun.
Penemuan ini menjadi catatan ilmiah penting karena merupakan fosil serangga pertama yang memiliki kaki depan menyerupai alat penjepit, atau disebut chelae. Ciri ini sangat jarang ditemui pada serangga dan sebelumnya hanya diketahui pada tiga kelompok serangga lain.
Para peneliti menyebutkan, capit pada kaki depan fosil ini sangat mirip dengan alat penjepit pada kepiting. “Sebelumnya, capit semacam itu hanya dikenal dari tiga kelompok serangga,” ujar ahli zoologi Carolin Haug, salah satu penulis studi yang diterbitkan dalam jurnal Insects.
Keunikan fosil ini mendorong para ilmuwan untuk mengklasifikasikannya dalam genus baru, yang diberi nama ilmiah Carcinonepa libererrantes. Nama genus tersebut merupakan gabungan dari kata Yunani untuk “kepiting” (carcino) dan nepa, yang merujuk pada kelompok serangga air sejati, Nepomorpha.
Sementara itu, nama spesies libererrantes dipilih sebagai bentuk Latinisasi dari nama grup K-pop yang sangat populer, Stray Kids. Menurut para peneliti, pemilihan nama ini bukan tanpa alasan.
“Nama itu terasa tepat karena postur capit fosil tersebut sangat mirip dengan pose khas kelompok itu,” jelas Dr. Haug, merujuk pada gestur tangan khas Stray Kids saat memberikan salam. Ia menambahkan bahwa Stray Kids merupakan band favorit salah satu penulis makalah, Fenja Haug.
Analisis Fosil dan Hubungannya dengan Serangga Modern
Dalam penelitiannya, para ilmuwan memanfaatkan pemindaian sinar-X CT untuk menganalisis fosil secara mendalam dan memvisualisasikan seluruh struktur anatominya. Perbandingan hasil pemindaian dengan serangga lain mengungkapkan bahwa struktur capit pada spesies baru ini memiliki perbedaan signifikan.
Struktur tubuh fosil ini menunjukkan kemiripan dengan artropoda yang memiliki kekerabatan lebih jauh, seperti kepiting, lobster, dan udang. “Kami membandingkan bentuk lebih dari 2.000 struktur penjepit. Kami menemukan bahwa pada kaki seperti penjepit dari fosil baru tersebut, bagian yang lebih dekat ke tubuh memiliki bentuk yang tidak dikenal dari fosil lain atau perwakilan modern mana pun,” tulis para peneliti dalam studi tersebut.
Para ahli menduga bahwa capit pada kaki depan fosil ini kemungkinan besar berfungsi untuk menangkap serangga kecil di area tepi perairan. Struktur tubuhnya juga memperlihatkan kesamaan dengan serangga kodok (Gelastocoridae) yang hidup saat ini, yang dikenal sebagai predator darat.
“Morfologi C. libererrantes menunjukkan bahwa spesies ini memiliki gaya hidup yang serupa,” pungkas Dr. Haug.
Ikuti Akses.co.id
