Akses.co.id — Microsoft secara resmi mengembalikan nama divisi gaming-nya menjadi Xbox, menghapus sebutan “Microsoft Gaming” yang telah digunakan sejak tahun 2022 sebagai payung organisasi bisnis game perusahaan. Perubahan ini diumumkan melalui memo internal yang dikirimkan kepada seluruh karyawan Xbox oleh CEO Microsoft Gaming (saat ini Xbox) Asha Sharma dan Chief Content Officer Xbox Matt Booty.
Dalam blog resmi berjudul “We Are Xbox”, Sharma menjelaskan bahwa nama Microsoft Gaming dinilai tidak lagi mencerminkan ambisi perusahaan ke depan. “Microsoft Gaming menggambarkan struktur kami, tetapi tidak menggambarkan ambisi kami ke depan. Jadi kami kembali ke awal. Kami adalah Xbox,” tegas Sharma.
Bersamaan dengan perubahan nama, Xbox juga memperkenalkan logo baru yang tampil lebih mengilap atau “glassy”, mengingatkan pada desain logo konsol lawas Xbox 360 namun dengan sentuhan modern dan futuristik. Logo baru ini dilaporkan telah mulai terlihat di kampus Microsoft dan digunakan dalam berbagai materi internal, termasuk untuk proyek perangkat keras “Project Helix”.
Keluhan Pengguna dan Tantangan Industri
Sharma mengakui bahwa perubahan nama ini merupakan respons terhadap berbagai keluhan yang muncul di kalangan komunitas gamer. Ia menyoroti ketidakpuasan terhadap pembaruan fitur yang dinilai tidak rutin, performa yang belum optimal di PC, serta harga yang semakin sulit dijangkau.
Dari sisi pengembang (developer) dan penerbit (publisher), Xbox juga dituntut untuk meningkatkan dukungan, mulai dari penyediaan alat (tools) hingga analisis data (insight) guna mempercepat dan mengefisienkan proses pengembangan game.
Dinamika industri game yang semakin kompetitif juga menjadi tantangan tersendiri. Munculnya platform seperti Roblox, yang memungkinkan tim kecil atau kreator individu untuk tumbuh dan bersaing dengan perusahaan game skala besar, memaksa Xbox untuk berbenah. “Untuk itu kami harus berbenah. Model bisnis yang membawa kami sampai ke posisi sekarang tidak akan membawa kami ke tahap berikutnya,” ungkap Sharma.
Fokus Baru: Pemain Aktif Harian dan Ekspansi
Xbox kini mengalihkan fokus bisnisnya untuk meningkatkan jumlah pemain aktif harian (daily active players). Strategi ini akan dijalankan melalui empat pilar utama: hardware, konten, pengalaman, dan layanan.
- Hardware: Xbox menyiapkan “Project Helix” yang diklaim mampu menjalankan game konsol dan PC dengan performa tinggi.
- Konten: Perusahaan akan memperluas franchise populer seperti Minecraft, The Elder Scrolls, dan Sea of Thieves, serta memperkuat kerja sama dengan pengembang pihak ketiga.
- Pengalaman: Xbox akan fokus pada ekspansi ke pasar China, pasar berkembang, dan pengguna mobile untuk memperluas jangkauan gaming.
- Layanan: Xbox berjanji untuk memperbaiki pengalaman pengguna dan memperkuat layanan Game Pass, termasuk meningkatkan kualitas cloud gaming di berbagai perangkat.
Terkait isu eksklusivitas dan kecerdasan buatan (AI), Xbox menyatakan bahwa pendekatan mereka masih dalam tahap evaluasi. Hal ini mengindikasikan potensi perubahan strategi distribusi game buatan Xbox di masa mendatang.
Ikuti Akses.co.id
