SURABAYA – Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah, secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur untuk masa khidmat 2025-2030. Keputusan ini disampaikan dalam Rapat Paripurna MUI Jatim yang berlangsung pada Senin, 20 April 2026.
Kiai Mutawakkil menyatakan bahwa pengunduran dirinya murni didasari pertimbangan kondisi kesehatan yang mengharuskannya fokus pada proses pemulihan. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran pengurus dan umat Islam di Jawa Timur atas langkah yang terpaksa diambil ini.
“Atas nama pribadi, menyampaikan terima kasih atas kerja sama dan kepercayaan selama ini. Mudah-mudahan ini menjadi wasilah untuk mendapatkan keberkahan hidup di dunia dan akhirat,” ujar Kiai Mutawakkil melalui keterangan tertulis yang diterima pada Rabu, 22 April 2026.
Mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini, yang telah menjabat sebagai Ketua Umum MUI Jatim sejak tahun 2020, berharap roda organisasi tetap berjalan optimal meskipun dirinya tidak lagi berada di posisi puncak kepemimpinan. “Sekaligus kami menyampaikan permohonan maaf atas kondisi yang terjadi saat ini, karena di luar kendali kami,” imbuhnya.
Prof. Abd Halim Soebahar Ditunjuk Sebagai Pengganti
Menindaklanjuti pengunduran diri tersebut, Rapat Paripurna MUI Jatim yang dipimpin oleh Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jatim, Emil Elestianto Dardak, telah menetapkan Prof. Dr. KH. Abd Halim Soebahar sebagai Ketua Umum MUI Jatim yang baru. Sebelumnya, Prof. Halim menjabat sebagai Wakil Ketua Umum dan dikenal memiliki kesamaan visi dengan Kiai Mutawakkil dalam membangun fondasi organisasi.
“Kami mohon dukungan dari seluruh pengurus baik Dewan Pertimbangan, Dewan Pimpinan, maupun komisi, badan, dan lembaga. Insyaallah apa yang telah ditanamkan oleh Kiai Mutawakkil akan terus kami kembangkan di masa yang akan datang,” kata Prof. Halim dalam sambutannya, seraya mengajak seluruh pengurus untuk tetap solid dan melanjutkan program yang telah dicanangkan.
Reposisi Pengurus dan Mekanisme PAW
Emil Elestianto Dardak, yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur, menjelaskan bahwa hasil rapat paripurna ini akan segera dilaporkan ke MUI Pusat di Jakarta untuk proses administratif Pergantian Antar Waktu (PAW). “Rapat Paripurna ini merupakan forum resmi untuk menindaklanjuti pengunduran diri KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah yang disampaikan karena alasan kesehatan,” jelas Emil.
Selain pergantian posisi Ketua Umum, MUI Jatim juga melakukan sejumlah reposisi dan penambahan personalia untuk memperkuat kinerja organisasi. Daftar pengurus baru yang ditetapkan antara lain:
- KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah: Anggota Dewan Pertimbangan MUI Jatim.
- Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin: Wakil Ketua Umum Bidang Agama dan Sosial Budaya.
- KH. Ma’ruf Khozin: Ketua Bidang Fatwa.
- Dr. KH. Akhmad Jazuli: Ketua Bidang Ukhuwah dan Kerukunan Umat Beragama.
- Imam Hidayat: Jajaran Sekretaris.
- Dr. Agung Subagyo: Jajaran Bendahara.
Kiai Mutawakkil menutup keterangannya dengan doa agar seluruh elemen MUI Jatim tetap istiqamah dalam berjuang untuk umat. “Mudah-mudahan kita semua dalam berjuang, khususnya melalui MUI, diberi maunah oleh Allah sehingga berjalan dengan baik dan lancar,” pungkasnya.






