Akses.co.id — JAKARTA, KOMPAS.com – Sistem pengereman Anti-lock Braking System (ABS) kini semakin lazim ditemukan pada sepeda motor matik kelas 150cc hingga 160cc dari berbagai merek, termasuk Honda, Yamaha, dan Vespa. Fitur keselamatan ini hadir untuk memberikan perlindungan ekstra saat pengereman.
Namun, di balik kecanggihannya, sistem ABS memerlukan perawatan ekstra dibandingkan rem cakram konvensional. Kelalaian dalam perawatan berpotensi menyebabkan malfungsi pada modul ABS, komponen vital yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah.
Perawatan Rutin Jadi Kunci Keawetan Modul ABS
Aries Mandala, Kepala Bengkel AHASS Pelangi Prima Mandiri, menekankan pentingnya menjaga kebersihan cairan hidrolik pada sistem ABS. Penggantian minyak rem secara berkala menjadi salah satu kunci utama agar sistem ini tetap berfungsi optimal.
“Minyak rem diusahakan ganti setahun sekali atau 10.000 km sampai 15.000 km. Jarang (rusak) asal selalu cek kebersihan minyak rem dengan selalu dikuras,” ujar Aries kepada Kompas.com.
Volume minyak rem yang dibutuhkan untuk sistem ABS cenderung lebih banyak karena jalur selang yang lebih panjang dan kompleks dibandingkan motor tanpa ABS.
Estimasi Biaya Perawatan: Bengkel Resmi vs Spesialis
Biaya perawatan rem ABS bervariasi, tergantung pada pilihan bengkel. Di bengkel resmi, tarif kuras minyak rem untuk motor ABS berkisar antara Rp 75.000 hingga Rp 100.000, bergantung pada jenis minyak rem yang digunakan.
Sementara itu, bengkel spesialis menawarkan alternatif perawatan yang juga kompetitif. Dustin, pemilik bengkel Garage +62 yang fokus pada sistem pengereman ABS, mematok biaya Rp 200.000 untuk kuras total minyak rem, termasuk penggantian minyak rem baru.
“Kalau di saya, kuras minyak rem plus minyak remnya kena Rp 200.000, terima beres. Itu kuras total untuk memastikan tidak ada angin palsu atau kotoran di dalam sistem,” tutur Dustin.
Tips Jaga Modul ABS Tetap Awet
Selain perawatan di bengkel, pemilik motor dapat melakukan beberapa langkah pencegahan agar modul ABS tidak cepat rusak:
- Pantau Kedipan Indikator: Jika lampu indikator ABS di spidometer terus berkedip saat motor berjalan di atas 10 km/jam, segera bawa ke bengkel karena ini menandakan adanya kesalahan pada sistem.
- Waspada Air Tekanan Tinggi: Hindari menyemprotkan air bertekanan tinggi langsung ke arah modul ABS untuk mencegah air masuk ke soket elektrikal.
- Cek Fisik Rutin: Pastikan area pulser (piringan sensor) di roda selalu bersih dari lumpur dan periksa selang rem dari keretakan atau kebocoran.
Dengan melakukan perawatan rutin yang diperkirakan menghabiskan biaya Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per tahun, risiko kerusakan modul ABS yang bisa mencapai Rp 2 juta hingga Rp 7 juta dapat dihindari. Penting untuk tidak mengabaikan fitur keselamatan ini hingga benar-benar tidak berfungsi.
Ikuti Akses.co.id
