Akses.co.id — Kebiasaan memesan minuman manis dengan label “less sugar” kerap dianggap sebagai pilihan yang lebih sehat. Namun, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa tambahan topping seperti boba justru dapat membuat kandungan gula dalam minuman tetap tinggi.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @bgsadikin, pada Sabtu (25/4/2026), Budi menyoroti kebiasaan yang dianggap sepele namun berdampak signifikan terhadap asupan gula harian.
Boba Berpotensi Menambah Gula Tanpa Disadari
Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa satu porsi topping boba setara dengan sekitar 150 kalori atau 10 gram gula. Hal ini ia sampaikan dalam unggahannya dengan tegas.
“#BGS ingatkan kalau pesan milk tea less sugar tapi ditambah boba itu sama aja bohong karena gulanya masih tinggi,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Ia menekankan bahwa meskipun disebut sebagai topping, tambahan boba memberikan kontribusi yang tidak sedikit terhadap total gula dalam minuman. Akibatnya, minuman yang awalnya dipesan dengan pilihan rendah gula justru berpotensi tetap tinggi kadar gulanya.
Dampak Penambahan Boba pada Tingkat Nutrisi Minuman
Dalam penjelasannya, Budi menyebutkan bahwa penambahan boba dapat mengubah kategori tingkat nutrisi minuman secara signifikan. Menurutnya, minuman yang semula berada pada Tingkat Nutrisi B dapat naik menjadi Tingkat D hanya karena penambahan topping tersebut.
“Kelihatannya kecil dan namanya disebut topping, tapi sebenarnya dengan nambah boba itu bisa naikin dari Nutri Level B menjadi ke D,” tulisnya.
Perubahan ini mengindikasikan bahwa topping bukan sekadar pelengkap, melainkan memiliki pengaruh langsung terhadap kualitas nutrisi keseluruhan minuman yang dikonsumsi.
Regulasi Gula yang Perlu Dicermati Konsumen
Budi juga menjelaskan bahwa regulasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan saat ini baru menghitung kadar gula pada cairan minuman, bukan pada topping seperti boba.
“Peraturan Kemenkes yang saya baru keluarkan itu hanya menghitung kadar gula di cairannya, bukan di bobanya,” jelasnya.
Situasi ini menuntut konsumen untuk lebih teliti dan cermat dalam memahami total asupan gula yang sebenarnya mereka konsumsi dari sebuah minuman.
Imbauan untuk Menjadi Konsumen yang Bijak
Menyikapi kondisi tersebut, Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih dan menambahkan topping pada minuman mereka.
“Jadi kalau mau nambah ekstra topping macem macem tolong hati-hati ya. Jadilah konsumen yang bijak!” tulisnya.
Pesan ini menekankan pentingnya kesadaran konsumen sebagai kunci utama dalam menjaga asupan gula harian. Pilihan sederhana seperti penambahan boba, jika tidak diperhatikan dengan baik, dapat memiliki dampak yang cukup berarti bagi kesehatan.
Ikuti Akses.co.id
