— Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah mencegat sebuah kapal yang terafiliasi dengan “armada bayangan” Iran di Laut Arab. Kapal tersebut, yang diidentifikasi sebagai M/V Sevan, kini tengah dikawal kembali ke Iran oleh helikopter Angkatan Laut AS.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa M/V Sevan merupakan satu dari 19 kapal yang masuk dalam daftar sanksi Departemen Keuangan AS. Sanksi ini diberlakukan terkait aktivitas pengangkutan produk energi, minyak, dan gas Iran senilai miliaran dolar, termasuk propana dan butana, ke pasar internasional.

Pencegatan dilakukan oleh helikopter Angkatan Laut AS yang lepas landas dari kapal perusak rudal USS Pinckney (DDG 91). “Kapal dagang tersebut saat ini mematuhi arahan militer AS untuk kembali ke Iran di bawah pengawalan,” demikian pernyataan CENTCOM yang dilansir Al Jazeera, Minggu (26/4/2026).

Mengenal Armada Bayangan Iran

Menurut laporan CBS News, Minggu (26/4/2026), M/V Sevan masuk dalam kategori 19 kapal yang dijatuhi sanksi oleh AS karena merupakan bagian dari armada bayangan. Armada bayangan merujuk pada kelompok kapal yang menggunakan modus penipuan untuk menyelundupkan minyak dari negara-negara yang dikenai sanksi oleh Washington.

Kapal M/V Sevan tercatat mengibarkan bendera Panama dan dimiliki oleh Anka Energy and Logistics Company, sebuah perusahaan yang berbasis di Kepulauan Marshall, demikian data dari Departemen Keuangan AS.

Praktik penyelundupan melalui armada bayangan ini bukan kali pertama terungkap. Sebelumnya, kapal tanker Rich Starry, yang juga dikenal sebagai bagian dari armada penyokong ekonomi Iran, terdeteksi melakukan manuver mencurigakan setelah sempat menghilang dari pantauan radar selama lebih dari 10 hari.

Berdasarkan laporan Kompas.com pada Kamis (16/4/2026), kapal tanker minyak dan kimia asal Tiongkok tersebut sempat berupaya meninggalkan wilayah Teluk melalui Selat Hormuz pekan ini. Namun, saat memasuki Teluk Oman pada Rabu (15/4/2026), kapal tersebut melakukan putar balik mendadak dan memilih untuk berlabuh kembali di lepas pantai Iran setelah dihadapkan dengan barikade angkatan laut Amerika.

Modus Operandi Armada Bayangan

Rich Starry hanyalah satu contoh dari sekian banyak kapal yang beroperasi di “dunia bawah” perkapalan, dirancang khusus untuk menghindari deteksi sanksi internasional. Iran, Rusia, dan Venezuela diketahui merakit kapal-kapal jenis ini dan menggunakan berbagai metode untuk mengelabui sistem pemantauan.

Metode tersebut meliputi penonaktifan sistem transponder yang berfungsi menyiarkan identitas dan lokasi kapal, atau memalsukan sinyal dengan menyiarkan informasi palsu mengenai posisi mereka.