Microsoft menunjuk Daniel Shapero sebagai Chief Executive Officer (CEO) baru LinkedIn, menggantikan Ryan Roslansky yang telah memimpin platform jejaring profesional tersebut sejak 2020. Perubahan kepemimpinan ini berlaku efektif segera.
Meski melepas jabatannya sebagai CEO LinkedIn, Ryan Roslansky tidak meninggalkan Microsoft. Ia akan tetap berada di perusahaan teknologi raksasa tersebut dengan peran baru sebagai Executive Vice President, yang akan lebih fokus pada tanggung jawab yang lebih luas di grup produktivitas Microsoft Office.
Dalam sebuah pengumuman yang disampaikan melalui platform LinkedIn, Roslansky menyatakan bahwa Shapero dipilih karena rekam jejaknya yang solid dalam memimpin berbagai fungsi inti bisnis LinkedIn, mencakup penjualan, pemasaran, hingga pengembangan produk.
“Dan (panggilan akrab Daniel) telah memimpin penjualan, pemasaran, dan produk di bagian terpenting bisnis ini. Dia mengenal anggota kami, pelanggan kami, dan menjalankan misi dengan cara yang benar-benar langka,” tulis Roslansky dalam pengumumannya.
Daniel Shapero sendiri bukanlah sosok asing di LinkedIn. Ia telah bergabung dengan perusahaan sejak tahun 2008 dan selama lima tahun terakhir menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO). Pengalamannya di industri juga mencakup perannya di Bain & Co.
Fokus pada Transformasi AI
Dalam pernyataan resminya, Shapero menyoroti peran krusial transformasi kecerdasan buatan (AI) sebagai salah satu fokus utama LinkedIn ke depan. Ia menekankan pentingnya adaptasi para profesional terhadap perubahan yang dibawa oleh AI.
“Kekuatan peluang ekonomi dan janji LinkedIn tidak pernah lebih penting daripada saat ini, karena dunia sedang bertransformasi oleh AI dan para profesional di mana pun harus bertransisi bersamanya,” ujar Shapero, dikutip KompasTekno dari CNBC.
Advertisement
Pergantian kepemimpinan ini terjadi di saat LinkedIn mencatat pertumbuhan yang positif. Pada kuartal terakhir, pendapatan platform ini dilaporkan naik 11 persen secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan jumlah anggota dan monetisasi layanan yang semakin efektif.
Di bawah kepemimpinan Roslansky, jumlah anggota LinkedIn berhasil menembus angka 1,3 miliar, melonjak signifikan dari sekitar 700 juta saat ia pertama kali menjabat.
Restrukturisasi Lebih Luas di Microsoft
Penunjukan Shapero sebagai CEO baru LinkedIn sejalan dengan strategi Microsoft yang gencar mengintegrasikan fitur-fitur AI ke dalam berbagai produknya, termasuk LinkedIn. Investasi besar perusahaan pada infrastruktur pusat data AI menjadi landasan dari upaya ini.
Perombakan di LinkedIn ini juga merupakan bagian dari restrukturisasi yang lebih luas di dalam tubuh Microsoft. Sebelumnya, pimpinan Office, Rajesh Jha, telah mengumumkan rencana pensiunnya, sementara beberapa eksekutif senior lainnya juga mengalami perubahan peran.
Bersamaan dengan penunjukan Shapero, Senior Vice President of Engineering LinkedIn, Mohak Shroff, dipromosikan menjadi President of Platforms and Digital Work di Microsoft, melapor langsung kepada Roslansky. Sejumlah fungsi teknik di LinkedIn juga dialihkan kepada eksekutif lain sebagai bagian dari penataan ulang organisasi.






