— JAKARTA, KOMPAS.com – Meta Platforms Inc. bersiap melakukan perampingan tenaga kerja besar-besaran, dengan rencana memecat sekitar 8.000 karyawan atau 10 persen dari total karyawannya pada bulan depan. Keputusan drastis ini disebut sebagai konsekuensi dari peningkatan masif pengeluaran perusahaan untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Informasi mengenai rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut disampaikan langsung kepada para karyawan melalui memo internal yang diterima pada Kamis (23/4/2026). Selain PHK, Meta juga mengumumkan tidak akan mengisi ribuan posisi yang sebelumnya telah dibuka, sebuah langkah yang merupakan bagian dari penyesuaian strategi perusahaan di tengah lonjakan investasi teknologi.

Perusahaan induk Facebook dan Instagram ini diperkirakan akan menggelontorkan dana sebesar 135 miliar dolar AS atau setara Rp 2.340 triliun untuk pengembangan AI sepanjang tahun 2026. Angka ini hampir menyamai total belanja AI Meta selama tiga tahun terakhir secara kumulatif.

Seorang juru bicara Meta telah mengonfirmasi rencana pemangkasan tenaga kerja tersebut kepada BBC pada Jumat (24/4/2026), meskipun enggan memberikan rincian lebih lanjut. Sinyal mengenai potensi pengurangan karyawan sebenarnya sudah mengemuka sejak awal tahun.

Fokus pada AI, Produktivitas Meningkat

Pada Januari 2026, CEO Meta, Mark Zuckerberg, telah mengutarakan pandangannya bahwa AI akan membawa perubahan signifikan pada cara kerja. Ia mengamati adanya peningkatan pesat dalam produktivitas pekerja berkat bantuan teknologi ini.

Zuckerberg bahkan menyoroti bagaimana satu individu kini mampu menyelesaikan tugas yang sebelumnya membutuhkan tim besar. “Saya pikir 2026 akan menjadi tahun di mana AI mulai secara dramatis mengubah cara kita bekerja,” ujarnya dalam sebuah kesempatan.

Sebelumnya, Reuters juga telah melaporkan potensi Meta untuk memangkas lebih dari 10.000 karyawan sepanjang tahun 2026.

Memo Internal dan Pergeseran Strategi

Memo internal yang pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg ini mengindikasikan bahwa Meta telah melakukan dua gelombang PHK skala kecil yang berdampak pada sekitar 2.000 pekerja sepanjang 2026. Namun, para karyawan disebut telah mengantisipasi pemangkasan yang lebih besar dalam beberapa pekan terakhir.

Pergeseran fokus internal perusahaan ke arah pengembangan AI terlihat jelas. Meta bahkan mulai menerapkan kebijakan baru yang memantau aktivitas karyawan di komputer kerja. Data ini rencananya akan digunakan untuk melatih dan meningkatkan model AI perusahaan.

Kebijakan pemantauan tersebut menuai kritik dari kalangan internal. Seorang karyawan menggambarkan langkah tersebut sebagai sesuatu yang “distopia,” terutama di tengah rencana PHK besar-besaran. “Perusahaan ini sangat terobsesi dengan AI,” ujar karyawan tersebut.

Sejarah Pemangkasan Karyawan di Meta

Sejak tahun 2022, Meta tercatat telah melakukan sejumlah pemutusan hubungan kerja yang berdampak pada puluhan ribu karyawan. Meskipun sempat melakukan rekrutmen kembali, jumlah tenaga kerja perusahaan kini kembali berada di bawah tekanan.

Pemangkasan yang direncanakan pada 2026 ini diperkirakan akan menjadi yang terbesar sejak tahun 2023.

[video.1]