Akses.co.id — Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dijadwalkan tiba di Islamabad, Pakistan, pada Jumat (24/4/2026). Namun, kunjungan tersebut tidak ditujukan untuk perundingan dengan Amerika Serikat, menurut konfirmasi media pemerintah Iran, IRNA.
Kunjungan Araghchi ke Pakistan ini muncul di tengah spekulasi yang berkembang bahwa ia akan terlibat dalam putaran kedua pembicaraan perdamaian AS-Iran. Sebelumnya, sumber-sumber di Pakistan mengindikasikan kedatangan Araghchi pada Jumat malam untuk agenda tersebut.
Menurut IRNA, Araghchi akan memulai serangkaian kunjungan ke beberapa negara, termasuk Islamabad, Muscat, dan Moskow. “Tujuan perjalanan ini adalah untuk mengadakan konsultasi bilateral, membahas perkembangan regional yang sedang berlangsung, dan meninjau situasi terkini terkait perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran,” demikian pernyataan IRNA.
Pakistan Berharap Pembicaraan AS-Iran
Sebelumnya, sumber pemerintah Pakistan mengabarkan bahwa delegasi Iran yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dijadwalkan tiba di Islamabad pada Jumat malam. Pihak Pakistan menyatakan harapan bahwa pertemuan ini akan membuka jalan bagi putaran kedua perundingan antara Amerika Serikat dan Iran.
Spekulasi ini diperkuat dengan adanya informasi bahwa tim logistik dan keamanan Amerika Serikat telah berada di Islamabad untuk memfasilitasi proses negosiasi. Namun, baik Amerika Serikat maupun Iran belum memberikan komentar resmi terkait hal ini.
Sumber Amerika Serikat dan media pemerintah Iran mengindikasikan bahwa delegasi Iran akan mengadakan pembicaraan dengan mediator Pakistan, bukan secara langsung dengan perwakilan Washington. Pakistan sendiri telah berupaya memfasilitasi dimulainya kembali perundingan gencatan senjata antara Iran dan AS, menyusul kegagalan upaya pembicaraan langsung pada awal pekan ini.
Ikuti Akses.co.id
