— Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, menekankan pentingnya menjaga sikap dan perkataan bagi 200 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Mekkah yang dilepasnya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (23/4/2026). Menurut Gus Irfan, menjadi petugas haji bukanlah kesempatan untuk bersantai, melainkan amanah negara yang menuntut tanggung jawab penuh, terutama bagi mereka yang ditempatkan di Mekkah, pusat berkumpulnya jemaah dari seluruh dunia.

Tugas petugas haji tidak hanya sebatas melayani, tetapi juga mencakup aspek kemanusiaan yang memerlukan kesabaran, kesantunan, dan empati. Gus Irfan secara tegas melarang petugas berucap kasar kepada jemaah, agar tidak melukai batin mereka. “Hindari ucapan kasar, nada tinggi, sikap meremehkan, atau tindakan yang menimbulkan luka batin bagi jemaah,” ujar Gus Irfan di Asrama Haji Pondok Gede.

Ia menambahkan, banyak jemaah yang mungkin enggan menyampaikan keluh kesahnya karena tidak ingin merepotkan. Oleh karena itu, petugas diharapkan memiliki inisiatif untuk mendekati jemaah yang seringkali merasa cemas atau bingung setibanya di Tanah Suci. “Yang lebih utama adalah kita sendiri, para petugas harus mengetahui apa dan bagaimana yang harus dilakukan menghadapi jemaah yang beraneka ragam,” tuturnya.

Integritas petugas juga menjadi sorotan. Gus Irfan mengingatkan agar tidak menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi. “Jaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Jangan menyalahgunakan kewenangan, jangan mencari keuntungan pribadi, jangan mengambil jalan pintas yang menyalahi aturan,” tegasnya.

Menjaga Etika di Depan Jemaah

Selain itu, Gus Irfan juga menyoroti kebiasaan merokok dan berguyon yang kerap kali kebablasan di depan jemaah. Ia berpesan agar petugas menyesuaikan diri dengan situasi dan aturan di Arab Saudi, serta terutama dengan kehadiran jemaah. “Jangan merokok di depan jemaah. Cari tempat yang diperbolehkan dan jauh dari jemaah,” pintanya.

Mengenai candaan, Gus Irfan mengingatkan agar petugas menghindari guyonan vulgar di depan jemaah haji. “Kebiasaan guyon mungkin sesama petugas sering guyon bercanda dengan sangat vulgar, batasi, hindari selama di depan jemaah,” ucapnya.

Meskipun aturan-aturan ini tidak tertulis, Gus Irfan meminta seluruh petugas haji Daker Mekkah dan Madinah untuk menjaga ucapan dan tindakan dalam setiap pelaksanaan tugas. “Banyak aturan yang memang tidak tertulis tetapi secara umum pasti kalian semua sudah paham apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan,” pungkasnya.

Komitmen Pulang Sesuai Jadwal

Gus Irfan menegaskan larangan keras bagi petugas untuk pulang lebih awal atau meninggalkan tugas sebelum operasional selesai. Para petugas diberangkatkan lebih awal dan dipastikan pulang paling akhir setelah seluruh jemaah haji Indonesia selesai dipulangkan. “Saya sudah sampaikan, tidak ada izin untuk pulang lebih awal. Berangkat sesuai jadwal, pulang sesuai jadwal,” tegasnya.

Petugas haji diwajibkan berkomitmen penuh dan tidak boleh mengajukan percepatan pulang dengan alasan apapun. Jika ada yang merencanakan pulang lebih awal untuk urusan pribadi, Gus Irfan menyarankan agar tidak perlu mengemban tugas mulia ini. “Tidak ada izin pulang lebih awal apapun alasannya. Kalau masih merencanakan pulang lebih awal lebih baik tidak berangkat hari ini,” tegasnya.

Menhaj menambahkan, petugas haji merupakan garda terdepan dan wakil resmi negara dalam memberikan pelayanan serta perlindungan jemaah di Arab Saudi. “Apapun yang Bapak Ibu lakukan jika positif memberikan nilai positif kepada negara kepada bangsa, jika negatif akan memberikan citra negatif kepada bangsa dan negara,” katanya.

Misi Suci untuk Bangsa dan Negara

Pesan senada juga disampaikan oleh Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak saat melepas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 Hijriah atau 2026 Masehi Daker Bandara dan Madinah yang berangkat pada Jumat (17/4/2026).

“Ini adalah misi suci buat diri anda semuanya, buat keluarga anda, buat bangsa dan tentu buat agama. Ini adalah kebanggaan yang harus kita tunaikan. Hari ini anda akan berangkat, ada harapan dari banyak orang,” ujar Dahnil di Asrama Haji Jakarta.

Dahnil mengingatkan petugas haji untuk tidak mengkhianati harapan jemaah yang telah menabung bertahun-tahun, bahkan menjual tanah dan sawah demi menunaikan ibadah haji. “Sebagian besar jemaah itu menjual tanahnya, jual sawahnya, bahkan mereka menabung selama masa hidupnya untuk bisa naik haji. Jangan mengkhianati harapan mereka untuk bisa menunaikan naik haji dengan baik,” tuturnya.

Wamenhaj meminta para petugas haji untuk memantapkan hati dengan iktikad baik bahwa tugas ini dijalani demi ibadah melayani tamu-tamu Allah. “Iktikadkan secara kuat bahwasanya kita semuanya ingin menunaikan ibadah melalui jalan petugas haji. Kita ingin melayani jemaah haji. Kita ingin memastikan misi haji Republik Indonesia itu sukses,” imbuhnya.

Presiden RI Prabowo Subianto, kata Dahnil, menaruh harapan besar kepada petugas jemaah agar dapat melaksanakan tugas dengan baik. PPIH merupakan ujung tombak keberhasilan penyelenggaraan haji, sehingga amanah besar dari masyarakat tidak boleh dikhianati. “Banyak harapan dititipkan pada kita. Ujung tombak dari suksesnya haji 2026 ini adalah Anda semuanya,” tutupnya.