Otomotif

Menguji Batas Kemampuan Mobil Changan di Dianjiang Proving Ground

Advertisement

Sebuah kesempatan langka terbentang saat rombongan Changan Indonesia berkesempatan menjajal langsung kemampuan mobil Changan di Dianjiang Proving Ground, Chongqing, China. Fasilitas pengujian ini bukan sekadar arena biasa, melainkan sebuah laboratorium raksasa yang dirancang untuk mengungkap performa, handling, hingga kedalaman teknologi kendaraan melalui serangkaian skenario yang dirancang sedemikian rupa.

Di sini, setiap kendaraan ditantang untuk menunjukkan jati dirinya di bawah berbagai kondisi jalan yang meniru tantangan dunia nyata. Changan Automobile sendiri telah menyiapkan jajaran model unggulannya untuk diuji coba dalam sesi yang berlangsung pada Selasa (21/4/2026) lalu.

Uji Coba Komprehensif di Dianjiang Proving Ground

Rangkaian pengujian yang terstruktur dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai kapabilitas setiap mobil. Tahap awal, misalnya, dimulai dengan sesi gymkhana yang secara spesifik menguji karakter setiap kendaraan.

Melalui manuver-manuver teknis yang membutuhkan presisi tingkat tinggi, para peserta diajak merasakan langsung bagaimana kelincahan, stabilitas sasis, dan respons kemudi bekerja optimal dalam kondisi yang menuntut performa puncak.

Salah satu model yang sempat dicicipi adalah Changan CS55. Kendati sesi pengujiannya terbilang singkat, namun impresi awal terhadap SUV andalan Changan ini cukup terasa. Sayangnya, hujan yang mengguyur lokasi sepanjang acara sedikit membatasi potensi untuk menggali kemampuan mobil secara maksimal.

Kehebohan lain tersaji melalui demonstrasi mobil premium Changan, Avatr 12. Mobil sport listrik ini memamerkan fitur unggulannya, Pendulum Parking, yang memungkinkannya untuk berputar 360 derajat di tempat.

Advertisement

Performa Tinggi di Lintasan Khusus

Selanjutnya, giliran Changan CS75 Plus yang diuji performanya. Dengan dikawal oleh panitia, SUV ini dipacu di lintasan High-Speed Circuit. Sirkuit sepanjang 5.430 meter ini memiliki empat lajur utama ditambah satu lajur tambahan.

Fasilitas ini dirancang untuk menguji kendaraan hingga kecepatan maksimal 250 km/jam. Namun, karena kondisi cuaca yang diguyur hujan, kecepatan pengujian terpaksa dibatasi pada angka 120 km/jam.

Dianjiang Proving Ground sendiri memiliki luas yang sangat impresif, setara dengan 340 kali luas lapangan sepak bola. Permukaan aspalnya mengusung teknologi pengaspalan berkelanjutan tanpa putus atau seamless, yang menjamin stabilitas linier yang sangat baik. Hal ini menjadikan fasilitas ini ideal untuk menguji batas performa mesin, stabilitas aerodinamika, serta respons kendaraan dalam berbagai kondisi variabel.

Secara keseluruhan, rangkaian pengujian di Dianjiang Proving Ground ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah validasi nyata atas kapabilitas kendaraan, memberikan cara paling objektif bagi para penguji untuk merasakan bagaimana teknologi dan performa kendaraan bekerja di kondisi yang sesungguhnya, melampaui sekadar angka-angka di atas kertas.

Advertisement