WASHINGTON DC – Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menginformasikan kepada Israel bahwa masa berlaku gencatan senjata dengan Iran akan berakhir pada Minggu, 26 April 2026. Informasi ini muncul menyusul laporan dari media Israel, KAN, terkait penetapan tenggat waktu oleh Presiden AS Donald Trump bagi Teheran untuk mengajukan proposal kesepakatan baru.
KAN melaporkan pada Rabu, 22 April 2026, bahwa pejabat AS telah menyampaikan pesan tersebut kepada Tel Aviv. Berdasarkan sumber diplomatik yang enggan disebutkan namanya, Trump disebut lebih memilih untuk mencapai “pemahaman” cepat dengan Iran daripada terlibat dalam negosiasi yang berlarut-larut tanpa kepastian hasil.
Namun, pihak Israel menunjukkan pesimisme mengenai kemungkinan adanya kemajuan signifikan dalam waktu dekat. “Terobosan pada hari Minggu tampaknya tidak mungkin terjadi,” ujar seorang sumber internal Israel, sebagaimana dilansir Anadolu Agency, Kamis, 23 April 2026.
Kebingungan Israel terhadap Sikap AS
Selain masalah tenggat waktu, sumber-sumber di Israel juga mengungkapkan kebingungan terkait pola komunikasi dan perilaku pemerintah AS di bawah kepemimpinan Trump. Pejabat Israel mengaku sering kali baru mengetahui langkah atau kebijakan terbaru Trump melalui laporan media atau unggahan di media sosial sang Presiden.
Seorang pejabat Gedung Putih sempat menyatakan kepada Fox News bahwa gencatan senjata bisa berlangsung antara tiga hingga lima hari. Namun, sumber Israel menyebut situasi tetap tidak jelas dan sangat bergantung pada keputusan mendadak Trump.
Perpanjangan gencatan senjata ini sebelumnya diumumkan oleh Trump pada Selasa, 22 April 2026, setelah adanya permintaan dari Pakistan. Trump bersedia memperpanjang gencatan senjata dengan syarat Teheran harus membuat proposal kesepakatan.
Meskipun upaya untuk putaran negosiasi berikutnya sedang berjalan, ketidakpastian tinggi masih menyelimuti kawasan Timur Tengah menjelang tenggat terbaru bagi gencatan senjata.






