— JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) kembali mengimplementasikan layanan Mekkah Route untuk mempermudah proses pemberangkatan calon jemaah haji pada tahun 2026. Program ini bertujuan mempercepat proses keimigrasian dan berbagai layanan terkait lainnya sebelum jemaah tiba di Arab Saudi.

Mekkah Route akan mulai diterapkan pada 22 April 2026 di empat bandara utama di Indonesia: Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta), Bandara Adi Soemarmo (Solo), Bandara Juanda (Surabaya), dan Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar). Layanan ini memastikan jemaah dapat melanjutkan perjalanan ke Bandara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz di Arab Saudi tanpa harus melewati antrean panjang pemeriksaan paspor setibanya di sana.

“Kami mengapresiasi tinggi implementasi layanan Mekkah Route yang semakin memudahkan jemaah haji Indonesia,” ujar Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf dalam keterangan resminya pada Jumat (24/4/2026). Ia menambahkan bahwa proses yang terintegrasi sejak dari tanah air ini tidak hanya mempercepat layanan, tetapi juga memberikan kenyamanan dan kepastian bagi jemaah setibanya di Tanah Suci.

“Ini adalah wujud nyata komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji,” tegasnya.

Apa Itu Mekkah Route?

Mekkah Route, atau yang dikenal sebagai layanan fast track, merupakan sebuah program hasil kolaborasi berbagai kementerian dan lembaga di Arab Saudi. Mengutip dari laman resmi Kemenhaj, program ini melibatkan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, Kemenhaj, serta otoritas terkait lainnya.

Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2017, Mekkah Route telah memberikan pelayanan kepada lebih dari 1,25 juta jemaah haji dari berbagai negara. Tujuan utama dari program ini adalah untuk menyederhanakan dan mempercepat proses keimigrasian jemaah haji, baik sebelum keberangkatan maupun saat tiba di Arab Saudi.

Dengan adanya Mekkah Route, calon jemaah tidak perlu lagi menghadapi antrean panjang untuk pemeriksaan paspor di bandara kedatangan. Selain itu, layanan ini juga mencakup beberapa fasilitas penting lainnya, seperti:

  • Perekaman data biometrik
  • Penerbitan visa haji secara elektronik
  • Pemeriksaan kesehatan
  • Proses keimigrasian yang diselesaikan di bandara keberangkatan

Lebih lanjut, bagasi jemaah juga akan dikelola secara terintegrasi dan dikirim langsung ke tempat akomodasi mereka di Arab Saudi, sesuai dengan pengaturan transportasi dan akomodasi yang telah ditetapkan.

Transformasi Layanan Haji

Menteri Irfan Yusuf menekankan bahwa kehadiran Mekkah Route merupakan bagian krusial dari upaya transformasi layanan haji di Indonesia. Fokus utamanya adalah peningkatan kenyamanan, keamanan, dan kualitas pelayanan bagi seluruh jemaah.

“Kami ingin memastikan setiap jemaah mendapatkan pengalaman ibadah yang lebih baik, lebih tertib, dan lebih manusiawi,” kata Irfan. Ia berharap sistem yang semakin terintegrasi ini akan meringankan beban jemaah dan memungkinkan mereka untuk lebih fokus menjalankan ibadah tanpa dibebani proses administratif yang berulang setibanya di Arab Saudi.

Dengan sistem yang semakin terintegrasi, Kemenhaj optimis penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 akan berjalan lebih lancar dan memberikan pengalaman ibadah yang lebih khusyuk bagi jemaah Indonesia.