Akses.co.id — JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengumpulkan sejumlah jenderal purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada Jumat (24/4/2026) pagi. Pertemuan yang berlangsung tertutup ini bertujuan untuk membahas strategi pertahanan Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.
Para petinggi militer yang telah purnatugas ini terlihat telah hadir di kantor Kemhan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, sebelum pukul 09.00 WIB. Kehadiran mereka menandakan pentingnya agenda yang akan dibahas bersama.
Diskusi Strategi Pertahanan dan Isu Geopolitik
Dalam pertemuan tersebut, Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan akan menyampaikan satu hal esensial yang berkaitan erat dengan strategis pertahanan Indonesia. Ia menekankan bahwa strategi pertahanan negara tidak terlepas dari prinsip tata kelola negara, konstitusi, serta kepentingan nasional Indonesia.
Turut hadir dalam pertemuan ini adalah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, yang bersama Menhan Sjafrie, diagendakan untuk memaparkan sejumlah hal kepada para senior dan meminta pandangan serta masukan mereka.
“Saya akan menyampaikan satu hal esensial yang mungkin perlu diketahui oleh para sesepuh TNI, yang tentunya ini sangat berhubungan dengan strategis pertahanan.”
kata Sjafrie sebelum pertemuan dimulai.
Pembahasan Pertemuan dengan Amerika Serikat
Salah satu agenda utama dalam diskusi tertutup ini adalah pemaparan mengenai pertemuan Sjafrie Sjamsoeddin dengan Menteri Perang Amerika Serikat, Pete Hegseth, yang berlangsung pada Senin (13/4/2026). Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi hal tersebut.
Para jenderal purnawirawan juga diminta pandangannya terkait usulan izin lintas udara (overflight clearance) yang diajukan oleh Amerika Serikat untuk melintas di wilayah udara Indonesia. Rico Ricardo Sirait menegaskan bahwa Letter of Intent (LoI) terkait izin lintas udara ini masih dalam tahap kajian internal pemerintah Indonesia.
Setiap peserta pertemuan memberikan masukan dan analisis terhadap situasi yang berkembang. Rico menambahkan bahwa izin lintas udara ini tidak termasuk dalam kesepakatan Major Defence Cooperation Partnership (MDCP) antara kedua negara. Setelah mendapatkan pandangan dari para purnawirawan, Kemhan akan melanjutkan diskusi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta kementerian dan lembaga terkait untuk membahas lebih lanjut mengenai LoI dari Amerika Serikat.
“Hal tersebut di-update oleh Bapak Menhan Sjafrie terkait dengan kegiatan yang beliau lakukan, khususnya yang terakhir adalah bersama dengan Secretary of War, Pete Hegseth, beberapa waktu yang lalu.”
ujar Rico Ricardo Sirait.
Ia menambahkan, “Sehingga, nanti mungkin akan juga dibahas dengan kementerian dan instansi terkait, dengan DPR, terkait dengan Letter of Intent tersebut.”
Rencana Pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan
Selain isu internasional, pertemuan ini juga membahas rencana pembangunan 150 Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) setiap tahunnya. Namun, tujuan spesifik dari pembangunan batalyon ini belum diungkapkan kepada publik.
Sebelumnya, pada Kamis (23/4/2026), Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono telah menjelaskan bahwa pembangunan Yon TP ini merupakan bagian dari desain besar penguatan satuan di tingkat kabupaten/kota.
Para Tokoh yang Hadir
Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah purnawirawan dari ketiga matra TNI. Dari TNI Angkatan Darat, tampak hadir Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, Jenderal TNI (Purn) Andika Muhammad Perkasa, Jenderal TNI (Purn) Agustadi Sasongko, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, Letjen TNI (Purn) Djamari Chaniago, Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, Letjen TNI (Purn) Valentinus Suhartono Suratman, Letjen TNI (Purn) Fadillah, dan Letjen TNI (Purn) Bambang Darmono.
Dari TNI Angkatan Laut, hadir Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono, Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono, Laksamana TNI (Purn) Siwi Sukma Adji, Laksamana TNI (Purn) Marsetio, Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi, serta Letjen TNI (Purn) Mar. Muhammad Alfan Baharudin.
Sementara dari TNI Angkatan Udara, hadir Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto, Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat, Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia, Marsekal TNI (Purn) Agus Supriatna, Marsdya TNI (Purn) Imran Baidirus, dan Marsdya TNI (Purn) Hadiyan Sumintaatmadja.
Selain para purnawirawan, turut hadir pula Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Tonny Harjono, serta pejabat Kemhan lainnya.
Ikuti Akses.co.id
