Akses.co.id — Sengatan listrik ringan saat menyentuh kulkas bukanlah hal yang bisa diabaikan. Kondisi yang kerap disebut “nyetrum” ini justru bisa menjadi indikasi adanya masalah kelistrikan yang berpotensi membahayakan.
Penyebab utama kulkas terasa menyetrum adalah adanya kebocoran arus listrik yang merambat ke bodi logam perangkat. Arus listrik yang bocor ini akan mencari jalur menuju tanah, dan tubuh manusia yang menyentuh kulkas bisa tanpa sadar menjadi perantaranya.
Mengapa Kulkas Bisa “Nyetrum”?
Pada dasarnya, kulkas dirancang dengan sistem pengaman untuk memastikan arus listrik tetap berada dalam rangkaiannya. Namun, kerusakan pada komponen atau instalasi yang tidak tepat dapat menyebabkan arus listrik bocor dan merambat ke bagian luar kulkas.
Beberapa penyebab umum kulkas “nyetrum” antara lain:
- Sistem Grounding Bermasalah: Fungsi utama grounding atau pertanahan adalah membuang arus listrik yang bocor langsung ke tanah. Jika sistem grounding di rumah tidak memadai atau putus, arus listrik akan tertahan pada bodi kulkas. Akibatnya, sentuhan manusia pada kulkas dapat menjadi jalur alternatif bagi arus tersebut.
- Kabel Terkelupas atau Rusak: Seiring waktu, kabel instalasi di dalam kulkas bisa saja mengalami kerusakan. Faktor usia, bahkan gigitan hewan seperti tikus atau kecoa, dapat menyebabkan lapisan pelindung kabel terkelupas. Ketika kabel yang terkelupas menyentuh bodi logam, arus listrik akan langsung mengalir ke permukaan kulkas.
- Kompresor Mengalami Short Body: Kompresor adalah jantung dari sistem pendinginan kulkas. Kerusakan pada isolasi gulungan di dalam kompresor dapat menyebabkan arus listrik bocor ke bodi kompresor. Kondisi ini, yang dikenal sebagai short body, cukup sering menjadi biang kerok kulkas “nyetrum”.
- Kerusakan Komponen Heater: Beberapa kulkas dilengkapi dengan defrost heater yang berfungsi mencairkan bunga es. Jika komponen ini rusak atau tabung pelindungnya pecah, arus listrik dapat keluar dari jalurnya dan merambat ke bodi kulkas.
- Lingkungan Lembab atau Basah: Air adalah konduktor listrik yang baik. Kulkas yang ditempatkan di area yang lembab atau sering terkena cipratan air memiliki risiko kebocoran arus yang lebih tinggi. Kondensasi berlebih pada permukaan kulkas juga dapat membuatnya lebih konduktif.
- Sambungan Kabel Tidak Terisolasi dengan Baik: Sambungan kabel yang longgar atau isolasinya terlepas bisa membuat bagian konduktor terbuka dan bersentuhan dengan bodi kulkas. Hal ini dapat memicu kebocoran arus yang berbahaya.
- Bodi Kulkas Berkarat: Karat pada bodi kulkas tidak hanya merusak penampilan, tetapi juga bisa menjadi jalur rambatan arus listrik ke bagian luar. Risiko sengatan listrik meningkat, terutama jika kulkas berada di lingkungan lembab atau tidak memiliki grounding yang memadai.
Jangan Anggap Sepele Sengatan Listrik
Meskipun sengatan listrik dari kulkas terasa ringan, dampaknya bisa membahayakan keselamatan. Jika Anda mengalami kondisi ini, segera lakukan pemeriksaan menyeluruh.
Beberapa langkah pencegahan dan penanganan yang bisa dilakukan antara lain:
- Pastikan instalasi listrik di rumah memiliki sistem grounding yang baik.
- Periksa kondisi kabel dan sambungan pada kulkas secara berkala.
- Hindari menempatkan kulkas di area yang rentan basah atau lembab.
- Segera panggil teknisi profesional jika terdeteksi adanya kerusakan komponen.
Dengan penanganan yang tepat dan perhatian terhadap detail, risiko kulkas “nyetrum” dapat dicegah, memastikan penggunaan perangkat rumah tangga ini tetap aman dan nyaman.
Ikuti Akses.co.id
