Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengimbau seluruh siswa untuk menjauhi perilaku perundungan atau bullying terhadap sesama teman. Pesan ini disampaikan saat kunjungannya ke SMP Katolik Stella Maris Tomohon, Sulawesi Utara, pada Rabu (22/4/2026).
“Semua kita bersahabat, semua kita saudara, karena itu hindari perundungan, hindari berkata yang menyakiti orang lain, hindari berkata yang merendahkan orang lain. Mari kita saling menghormati, mari kita saling memuliakan,” ujar Mu’ti, mengutip pernyataan dari Antara.
Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman
Mu’ti menekankan pentingnya membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman, di mana setiap siswa merasa dihormati. Ia menyatakan bahwa lingkungan sosial yang saling menolong dan menghargai merupakan kunci untuk menciptakan kehidupan yang aman.
“Mari kita jadikan sekolah aman, kita jadikan sekolah sebagai rumah kita,” tegasnya.
Pentingnya Gaya Hidup Sehat dan Sosial
Selain itu, Mendikdasmen juga mengingatkan siswa untuk membiasakan diri dengan gaya hidup sehat, termasuk mengonsumsi makanan yang bergizi. Ia menyoroti keberadaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah disediakan di sekolah.
“Di sini sudah tersedia (MBG). Terima kasih. Kita membiasakan makan yang sehat, jangan makan makanan yang merusak kesehatan,” ungkapnya.
Mu’ti menambahkan bahwa kebiasaan bangun pagi dan berolahraga juga merupakan bagian dari pola hidup sehat. Ia juga menekankan pentingnya kesehatan sosial, yang tercermin dari banyaknya sahabat, kerukunan dengan teman, serta terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.
“Jadi sehat di sini ada sehat jasmani, ada sehat rohani. Kita membiasakan bangun tidur berdoa memohon kepada Tuhan agar hari-hari kita menjadi hari yang menyenangkan, hari yang diberkati. Malah menjelang tidur, kita berdoa, bersyukur diberikan waktu sehingga bisa beraktivitas dengan sebaik-baiknya,” jelas Mu’ti.
Gemar Belajar dan Berani Mengatakan Tidak
Lebih lanjut, Mu’ti mendorong para siswa untuk sungguh-sungguh dalam belajar. Ia meyakini bahwa setiap ilmu yang dipelajari akan membawa manfaat.
“Semua ilmu berguna, semua ilmu bermanfaat, jangan malas,” katanya.
Terakhir, ia berpesan agar siswa berani menolak ajakan untuk melakukan hal-hal yang melanggar norma agama. “Semua harus berani mengatakan tidak kalau ada yang mengajak melakukan sesuatu yang melanggar agama. Jadilah anak-anak hebat yang punya kemampuan sesuai dengan bidangnya masing-masing,” tutupnya.






