Akses.co.id — PALEMBANG, CNN Indonesia — Perjuangan empat dekade membuahkan hasil manis bagi Sofiah S (72), seorang guru ngaji di Palembang. Setelah menabung selama 40 tahun, impiannya untuk menunaikan ibadah haji akhirnya terwujud di tahun 2026.
Di tengah keramaian calon jemaah haji yang memenuhi Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (25/4/2026), Sofiah menebar senyum penuh ketenangan. Baginya, momen ini bukan sekadar perjalanan ibadah, melainkan puncak kesabaran yang ia bangun sejak usia 30 tahun.
Dedikasi Mengajar dan Menabung
Sofiah, yang berprofesi sebagai guru privat Al-Qur’an sejak usia 20-an, tidak pernah mematok tarif khusus. Ia mengajar dengan prinsip ikhlas, menerima berapapun pemberian dari orang tua muridnya.
“Aku nabung untuk naik haji ini 40 tahun. Dari usia 30 tahun mulai nabung. Sudah dapat 26 juta aku setorke dan daftar sekitar tahun 2013. Lanjut nabung lagi untuk nambahin hingga berangkat ini. Sehari kadang-kadang 50 ribu, seadanya dapet. Kita juga kan ngajar ngaji ikhlas. Ada diambil, tidak ada dak masalah,” ujar Sofiah saat ditemui di Kompleks Jakabaring Sport City Palembang.
Metode menabung Sofiah terbilang unik. Ia mengaku sempat menyimpan uang hasil jerih payahnya di bawah kasur sebelum akhirnya memindahkannya ke bank.
“Saya simpan sedikit demi sedikit di bawah kasur. Kalau sudah banyak, baru saya bawa ke bank,” kenangnya.
Setiap harinya, Sofiah mengabdikan diri mengajar Al-Qur’an dari rumah ke rumah di kawasan kompleks Pertamina, mulai dari selepas Zuhur hingga pukul 17.00 WIB. Dalam sehari, ia dapat mengunjungi sembilan rumah muridnya.
Pendapatan bulanannya bervariasi, terkadang hanya berkisar Rp 800.000. Meski melelahkan secara fisik, Sofiah tetap menjalani profesinya dengan sabar, terlebih saat menghadapi tingkah polah anak didiknya.
“Namanya anak-anak, kadang rewel. Ada yang minta makan dulu, ada yang mau buat PR dulu. Ya kita harus sabar, yang penting mereka semangat mengaji,” tambahnya.
Kegigihan Sofiah membuahkan hasil pada tahun 2013 ketika ia berhasil menyetorkan Rp 26 juta sebagai setoran awal pendaftaran haji. Setelah menunggu masa antrean selama 13 tahun sembari terus menabung untuk pelunasan, impiannya akhirnya terwujud di tahun ini.
Pelepasan Jemaah Kloter 4 Embarkasi Palembang
Sofiah merupakan bagian dari 304 jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Multazam. Rombongan ini termasuk dalam Kloter 4 Embarkasi Palembang yang dijadwalkan terbang menuju Madinah pada Minggu (26/4/2026) pukul 12.00 WIB.
H. Piter Abdullah, pemilik KBIH Al Multazam, menjelaskan bahwa ratusan jemaahnya telah menjalani persiapan intensif selama setahun penuh.
“Kami melakukan 18 kali pertemuan, baik teori maupun praktik. Jemaah kami rata-rata sudah mendaftar sejak 2013. Untuk usia, termuda 24 tahun dan yang paling senior 86 tahun. Ada 32 jemaah yang menggunakan kursi roda,” ungkap Piter.
Piter, yang turut memimpin rombongan, mengingatkan para jemaah untuk mewaspadai kondisi cuaca di Arab Saudi, di mana suhu di Madinah berkisar antara 38 derajat Celcius pada siang hari dan 32 derajat Celcius pada malam hari.
Ia juga mengapresiasi kesiapsiagaan petugas di Asrama Haji Embarkasi Palembang yang memastikan kelancaran proses pemberangkatan.
“Alhamdulillah proses di Embarkasi Palembang lancar karena petugas sangat siaga. Semoga di Arab Saudi nanti juga berjalan lancar semua,” tutup Piter.
Ikuti Akses.co.id
