Akses.co.id — JAKARTA, KOMPAS.com – Upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah semakin diperkuat melalui kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah. Sebanyak 128 warga di Kabupaten Kudus kini memiliki harapan baru setelah resmi menerima bantuan program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH).
Proyek sosial yang digagas oleh dua perusahaan raksasa, PT Djarum dan Polytron, ini menelan total biaya Rp 8,9 miliar. Dana tersebut dialokasikan secara nyata untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat yang rentan di Kabupaten Kudus.
Seremoni penyerahan hunian yang telah direnovasi dan dibangun ini dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Kudus pada Kamis, 23 April 2026. Momen ini bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun PT Djarum yang jatuh pada Selasa, 21 April 2026.
Rincian Program dan Bantuan
Pada tahap awal program RSLH tahun 2026 ini, empat kecamatan di Kabupaten Kudus menjadi sasaran utama. Kecamatan Kaliwungu mendapatkan alokasi rumah terbanyak, yaitu sebanyak 56 unit. Menyusul kemudian Kecamatan Bae dengan 24 rumah, Dawe dengan 25 rumah, dan Kecamatan Jati yang mendapatkan 23 rumah.
Setiap unit rumah menerima intervensi yang menyeluruh dengan anggaran sekitar Rp 70 juta per unit. Perbaikan tidak hanya terbatas pada struktur bangunan, tetapi juga mencakup penyediaan fasilitas sanitasi yang memadai.
General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, menjelaskan bahwa desain setiap hunian sangat memperhatikan aspek kesehatan penghuninya. Desain tersebut disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga serta mengedepankan sirkulasi udara dan pencahayaan alami yang optimal.
“Kami berharap hunian yang dibangun ini dapat menghadirkan keamanan, kenyamanan, dan sehat,” ujar Achmad Budiharto.
Dampak Langsung bagi Penerima Manfaat
Bagi para penerima bantuan, renovasi dan pembangunan rumah ini menjadi angin segar dan memberikan harapan baru. Kartijo, seorang terapis warga Desa Margorejo, menceritakan pengalaman pahit tinggal di hunian lama yang kerap menjadi sumber kekhawatiran saat cuaca buruk melanda.
Atap yang bocor dan rembesan air saat hujan deras menjadi masalah harian yang harus dihadapi bersama keluarganya. “Sekarang rumah kami sudah jauh lebih baik, lebih aman dan nyaman untuk ditempati. Saya sangat berterima kasih atas bantuan ini. Semoga program seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang terbantu,” tutur Kartijo dengan penuh rasa syukur.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengapresiasi kontribusi ini sebagai bentuk sinergi yang menyentuh langsung akar persoalan masyarakat. Menurutnya, ketersediaan hunian yang layak memiliki korelasi positif terhadap peningkatan pendapatan ekonomi dan derajat kesehatan warga.
“Program ini langsung menyentuh masyarakat dan secara tidak langsung dapat meningkatkan pendapatan ekonomi. Harapannya, kolaborasi ini dapat terus diperkuat agar dampaknya semakin luas,” kata Sam’ani.
Kedekatan Emosional dan Keberlanjutan Program
Keterlibatan PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) dalam proyek ini didorong oleh ikatan emosional perusahaan dengan Kabupaten Kudus, tempat dua pabrik besarnya beroperasi. Finance Director PT Hartono Istana Teknologi (Polytron), Guido One Tuwan, menegaskan bahwa tanggung jawab sosial merupakan bagian integral dari perjalanan bisnis perusahaan teknologi tersebut.
“Kami ingin keberadaan Polytron benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui program RSLH 2026, kami berharap rumah yang lebih layak dapat menjadi titik awal bagi kehidupan yang lebih baik bagi para penerima,” ucap Guido.
Secara akumulatif, PT Djarum berkontribusi pada renovasi 72 rumah, sementara Polytron menangani 56 rumah di Kabupaten Kudus. Sepanjang tahun 2026, kedua perusahaan ini menargetkan perbaikan 492 rumah yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Tengah, termasuk Brebes, Wonogiri, dan Temanggung.
Agenda terdekat program ini adalah peresmian 10 rumah di Desa Rungkang, Brebes, yang dijadwalkan pada Rabu, 29 April mendatang. Inisiatif RSLH ini sendiri telah merealisasikan 626 hunian di berbagai penjuru Jawa Tengah sejak tahun 2022 hingga 2025.
Ikuti Akses.co.id
