Regional

Melihat Kesibukan Perajin Gelang Jemaah Haji Surabaya, Sehari Bisa Produksi 5.900 Unit

Advertisement

SURABAYA, KOMPAS.com – Di tengah hiruk pikuk persiapan keberangkatan ibadah haji, di sudut Gedung F2 Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, sekelompok perajin bekerja tanpa kenal lelah. Merekalah yang bertanggung jawab atas pembuatan gelang identitas jemaah haji, sebuah benda yang akan menemani setiap langkah mereka di Tanah Suci. Gelang berbahan besi ini, meskipun bertuliskan Arab, ternyata sepenuhnya diproduksi di dalam negeri, dengan kapasitas produksi mencapai 5.900 unit per hari.

Di sebuah ruangan yang tidak terlalu luas, kesibukan terlihat jelas. Tangan-tangan terampil memotong besi, mencetak abjad, dan menggulung potongan logam dengan presisi. Setiap detail dikerjakan dengan cermat, memastikan data pribadi jemaah, seperti nama, kloter, nomor paspor, dan maktab, tercetak akurat. Proses pencetakan data ini dilakukan menggunakan stempel yang terhubung dengan mesin tinta.

Muhammad Ivan Afian, koordinator perajin gelang haji, menjelaskan alur produksi yang dilalui setiap gelang. “Prosesnya mulai dari pencetakan data jemaah, terus pencucian agar saat dibawa jemaah tidak kotor, dan penglengkeran atau melingkarkan gelang. Kemudian pengemasan dan pemberian karet,” ujarnya pada Kamis (23/4/2026).

Produksi Intensif Menjelang Pemberangkatan

Dalam kondisi normal, para perajin mampu memproduksi sekitar 1.524 gelang haji setiap hari. Namun, ketika jadwal pemberangkatan jemaah dalam satu hari sangat padat, angka produksi dapat melonjak hingga 5.900 unit.

“Waktu pengerjaan sendiri sekitar 20 menit per 100 gelang termasuk proses stempel data. Itu sekitar 10 jam dalam sehari, sampai jemaah terakhir berangkat,” ungkap Ivan, menggambarkan dedikasi mereka untuk menyelesaikan tugas tepat waktu.

Lebih dari sekadar kecepatan, para perajin juga sangat memperhatikan kualitas bahan yang digunakan. Mereka memastikan gelang tersebut aman dan nyaman digunakan oleh jemaah selama menjalankan ibadah.

Advertisement

“Untuk bahannya menggunakan stainless steel ukuran 1,4 mm buatan Jepang (material besi). Karena dipilih yang tahan karat, tahan api, dan aman anti-iritasi sehingga bisa dipakai saat mandi atau ibadah,” terang Ivan mengenai pemilihan material.

Inovasi juga diterapkan pada desain gelang tahun ini. Berbeda dengan gelang jemaah haji pada tahun-tahun sebelumnya yang cenderung berukuran besar, gelang yang diproduksi kali ini dilengkapi dengan lubang pada pergelangan. Fitur ini memungkinkan penyesuaian ukuran yang lebih mudah sesuai dengan lingkar pergelangan tangan setiap jemaah.

“Gelang ini diserahkan ke jemaah ketika jemaah masuk ke tahap penerimaan atau sudah masuk ke Asrama Haji,” tambah Ivan.

Meskipun proses pembuatan gelang haji secara umum berjalan lancar tanpa kendala berarti, Ivan mengakui adanya insiden kecil yang terkadang dialami pekerjanya. “Selama ini belum ada kendala berarti dalam proses pembuatan. Meski sesekali ada pekerja yang tersengat aliran listrik kecil dari alat stempel,” pungkasnya, menggambarkan risiko yang harus dihadapi dalam pekerjaan ini.

Advertisement