Akses.co.id — INDRAMAYU, KOMPAS.com – Kebutuhan gizi dan kesehatan calon jemaah haji yang akan diberangkatkan dari Asrama Haji Indramayu dipastikan terjamin. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Barat menggandeng dapur katering yang dilengkapi tenaga profesional, mulai dari koki hingga ahli gizi, demi memastikan kualitas makanan yang disajikan.
Pantauan Kompas.com di lokasi menunjukkan bahwa standar higienitas diterapkan secara ketat di dapur asrama. Seluruh pekerja diwajibkan mengenakan masker dan penutup kepala, sementara kebersihan area dapur dijaga secara berkala.
Kepala Bidang Akomodasi Asrama Haji Indramayu, Boy S Munir, menjelaskan bahwa setiap calon jemaah akan mendapatkan jatah makan tiga kali sehari selama berada di asrama. Selain makanan berat, jemaah juga akan diberikan kudapan dan buah segar.
“Yang pertama itu ada snack yang kita bagian saat di aula. Kemudian untuk makan pertama itu prasmanan, makan kedua juga prasmanan ditambah snack juga, dan terakhir kita pakai nasi boks untuk ke Bandara,” kata Boy di lokasi, Sabtu (25/4/2026).
Setiap harinya, dapur ini mampu memproduksi sekitar 445 porsi makanan dalam satu kali waktu makan. Jumlah tersebut disesuaikan dengan jumlah jemaah haji yang masuk ke Asrama Haji setiap harinya.
Dapur Terpadu Pertama di Asrama Haji Indramayu
Boy menambahkan, fasilitas dapur terpadu ini merupakan yang pertama kali ada di Asrama Haji Indramayu, sejalan dengan progres pembangunan asrama yang terus berjalan. Meskipun baru beroperasi tahun ini, Boy memastikan operasional dapur telah memenuhi standar regulasi gizi yang ditetapkan.
Perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia (lansia). Pihak asrama menyiapkan makanan yang dikhususkan bagi mereka.
“Kita juga sediakan makanan yang dikhususkan oleh lansia. Jadi dari daerah itu akan mengirim data, misal ada 10 lansia, kita siapkan 10 porsi,” ucap dia.
Menu Bervariasi dan Perhatian Khusus untuk Lansia
Sementara itu, Ahli Gizi Dapur Haji, Petronella Modesta Hilda, menuturkan bahwa menu masakan yang disajikan selalu bervariasi setiap harinya. Untuk hari ini, menu yang disajikan meliputi olahan daging, ikan fillet, sayur sop, buah jeruk, dan minuman segar berupa jus wortel-nanas.
Khusus untuk jemaah lansia, Modesta menjelaskan bahwa makanan yang disajikan memiliki tekstur yang berbeda, disesuaikan dengan kondisi fisik mereka. Contohnya, bubur tim disajikan sebagai pengganti nasi, sementara lauk pauk diolah lebih halus agar mudah dicerna, seperti daging cincang.
“Untuk standar gizinya kami mengikuti AKG (Angka Kecukupan Gizi) untuk laki-laki dan wanita produktif. Sedangkan untuk lansia, dari gizinya dinaikkan karena membutuhkan gizi yang lebih banyak daripada yang usia produktif,” kata Modesta.
Ikuti Akses.co.id
