Bangkalan, Jawa Timur – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Kabupaten Bangkalan dihebohkan oleh maraknya aksi pencurian hewan ternak, khususnya sapi. Sekretaris Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Bangkalan, Syaiful Ismail, mengonfirmasi peningkatan kasus tersebut dalam sebulan terakhir.
“Para pelaku ini diduga merupakan komplotan yang beraksi di empat kecamatan itu,” ujar Syaiful, Rabu (22/4/2026).
Pencurian Meluas di Empat Kecamatan
Menurut Syaiful, aksi pencurian sapi dilaporkan terjadi di beberapa wilayah, meliputi Kecamatan Modung, Kwanyar, Tanah Merah, dan Galis. Situasi ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat desa, terutama bagi para peternak yang umumnya memelihara sapi di kandang sederhana.
“Tentu masyarakat khawatir, apalagi mereka merawat sapi itu sejak lama dan mayoritas menunggu momen Idul Adha untuk dijual,” jelas Syaiful.
Menyikapi kondisi tersebut, PKDI bersama jajaran kepala desa mendesak pihak kepolisian untuk segera mengamankan para pelaku. Tuntutan ini bertujuan untuk mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat.
“Kami juga siap membantu kepolisian untuk memberikan informasi,” tambah Syaiful, menegaskan kesiapan para kepala desa untuk berkontribusi dalam penangkapan pelaku jika ada petunjuk dari lingkungan mereka.
Warga Tuntut Peningkatan Keamanan
Kekhawatiran serupa juga diungkapkan oleh warga, salah satunya Suryadi. Ia mengaku resah setelah dua kasus pencurian sapi menjadi viral di media sosial.
“Kita butuh keamanan. Kita berharap kepolisian bertindak tegas dan ke depannya bisa menekan angka kriminalitas,” ujar Suryadi, menyuarakan harapan warga akan penegakan hukum yang lebih kuat.
Hingga berita ini diturunkan, Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi, belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai penanganan kasus pencurian sapi yang meresahkan ini.






