— Pemerintah Kota Malang berencana menjadikan Malang Half Marathon sebagai agenda tahunan mulai 2027. Keputusan ini diambil setelah ajang lari tersebut dinilai mampu memberikan dampak positif signifikan terhadap sektor pariwisata, khususnya pada tingkat hunian hotel di Kota Malang.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan bahwa penyelenggaraan perdana pada tahun ini telah menunjukkan indikator kuat bahwa event olahraga dapat mendorong pergerakan ekonomi daerah. “Pelaksanaan tahun ini menjadi yang pertama dan sudah memberikan dampak bagus ke industri pariwisata, termasuk sektor perhotelan. Karena itu, kami akan memasukkannya sebagai event tahunan,” ujar Wahyu, Minggu (26/4/2026).

Malang Half Marathon tidak hanya menarik minat warga lokal, tetapi juga berhasil mendatangkan ribuan peserta dari berbagai daerah. Kehadiran para peserta ini memberikan kontribusi positif bagi sektor ekonomi, mulai dari penginapan hingga kunjungan ke destinasi wisata.

Banyak peserta yang sudah mulai berdatangan beberapa hari sebelum perlombaan dimulai, memilih untuk menginap di hotel-hotel Kota Malang. Selain mengikuti lomba, mereka juga memanfaatkan waktu untuk menjelajahi berbagai tempat wisata di Malang.

“Peserta sudah datang sejak Kamis dan Jumat. Mereka menginap di hotel dan sekaligus berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Malang,” jelas Wahyu.

Antusiasme masyarakat Kota Malang juga terlihat jelas di sepanjang rute lomba. Dukungan dari warga dinilai menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan penyelenggaraan ajang lari ini.

Malang Half Marathon Masuk Kalender Event Tahunan

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang, Baihaki, menambahkan bahwa Malang Half Marathon ke depan akan menjadi bagian integral dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Malang.

Menurut Baihaki, keputusan untuk memasukkan event ini ke dalam kalender resmi tidak hanya didasarkan pada dampak ekonomi yang dirasakan, tetapi juga kesiapan para penyelenggara.

“Penyelenggara menunjukkan keseriusan dalam meningkatkan kualitas kompetisi dan jumlah peserta. Ini menjadi strategi untuk semakin memperkenalkan Kota Malang,” ungkap Baihaki.

Data menunjukkan bahwa dari total sekitar 7.000 peserta yang mengikuti Malang Half Marathon tahun ini, sebanyak 52 persen di antaranya berasal dari luar daerah. Angka ini semakin memperkuat posisi Malang sebagai destinasi sport tourism yang mulai diperhitungkan.

Sementara itu, penggagas Malang Half Marathon, Gilang Widya Permana, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menyelenggarakan event berskala besar.

“Swasta tidak bisa bergerak sendiri. Dukungan pemerintah sangat membantu kesuksesan acara ini. Dampak ekonominya diperkirakan lebih dari Rp 20 miliar,” ujar Gilang.

Ke depan, penyelenggara berencana untuk menghadirkan konsep baru sekaligus meningkatkan skala event. Target jumlah peserta diharapkan meningkat hingga 12.000-14.000 pelari. Selain itu, tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan kategori baru, seperti full marathon.

“Harapan kami tahun depan nanti ada full marathon, tidak hanya half marathon saja dengan peserta yang jauh lebih besar,” pungkas Gilang.