Lumajang, Jawa Timur, mendominasi kunjungan wisatawan mancanegara di Jawa Timur selama periode libur Lebaran 2026. Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur mencatat, antara 14 Maret hingga 5 April 2026, sebanyak 22.090 wisatawan asing memilih Lumajang sebagai destinasi utama mereka. Capaian ini menempatkan Lumajang di atas kota-kota besar seperti Surabaya dan Malang, serta kabupaten lain seperti Banyuwangi dan Bondowoso.
Dua Destinasi Lumajang Puncaki Daftar Kunjungan Wisman
Keberhasilan Lumajang tidak lepas dari daya tarik dua objek wisatanya yang menjadi favorit wisatawan mancanegara. Air Terjun Tumpak Sewu dan Teras Semeru, keduanya berlokasi di Kecamatan Pronojiwo, berhasil menduduki peringkat pertama dan kedua dalam daftar kunjungan tertinggi. Bahkan, kedua destinasi ini mampu mengungguli Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan Kawah Ijen yang berada di urutan ketiga dan keempat.
Data yang dihimpun Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang menunjukkan, Air Terjun Tumpak Sewu dikunjungi oleh 3.558 wisatawan mancanegara pada periode 14 hingga 31 Maret 2026. Sementara itu, Teras Semeru mencatatkan angka 1.271 kunjungan wisatawan asing dalam kurun waktu yang sama.
Pariwisata Lumajang Dorong Sektor Ekonomi Lokal
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyambut baik capaian ini dan menilai bahwa pembangunan sektor pariwisata di wilayahnya berjalan dengan baik dan terukur. Ia menekankan bahwa pariwisata memiliki keterkaitan erat dengan perekonomian masyarakat.
“Pariwisata tidak berdiri sendiri. Ia terhubung langsung dengan ekonomi masyarakat, terutama sektor usaha kecil dan layanan lokal,” ujar Indah saat ditemui di Lumajang pada Kamis (23/4/2026). Menurutnya, tingginya angka kunjungan wisatawan mancanegara menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang signifikan.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen untuk terus memperkuat potensi wisata alam sebagai daya tarik utama. Namun, Indah menegaskan bahwa pengelolaan pariwisata akan tetap mengedepankan aspek kelestarian lingkungan untuk mencegah kerusakan dan potensi bencana.
“Daya tarik utama kita ada pada kekuatan lanskap alam. Tugas kita adalah menjaga kualitas pengalaman agar tetap konsisten,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa fokus pada pengalaman wisatawan akan menjadi kunci untuk mempertahankan minat kunjungan di masa mendatang.






