Akses.co.id — WASHINGTON, KOMPAS.com – Lokasi digelarnya acara makan malam Gedung Putih pada Sabtu (25/4/2026), Washington Hilton di Connecticut Avenue, ternyata pernah menjadi saksi bisu percobaan pembunuhan terhadap mantan Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan, pada tahun 1981.
Insiden penembakan yang terjadi di tengah acara yang dihadiri pejabat tinggi AS, termasuk Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance, ini sontak mengingatkan kembali pada peristiwa kelam hampir empat dekade lalu. Sesaat setelah suara tembakan terdengar, Donald Trump langsung dievakuasi ke tempat aman.
Sejarah Kelam Washington Hilton
Peristiwa pada 30 Maret 1981 itu bermula ketika pelaku bernama John Hinckley Jr melepaskan tembakan ke arah Ronald Reagan saat sang presiden hendak kembali ke limusinnya usai memberikan pidato di dalam hotel tersebut. BBC melaporkan bahwa Reagan selamat dari serangan tersebut, namun menderita luka cukup parah. Peluru yang memantul dari sisi limusin kepresidenan berhasil menembus tubuhnya, menyebabkan patah tulang rusuk dan melukai salah satu paru-parunya.
Reagan segera dilarikan ke Rumah Sakit Universitas George Washington terdekat dan akhirnya diizinkan pulang pada 11 April tahun yang sama. Namun, insiden tersebut tidak hanya melukai Reagan. Sekretaris Pers Gedung Putih kala itu, James Brady, juga menjadi korban, menderita kerusakan otak permanen yang membuatnya cacat seumur hidup. Cedera ini terus membayanginya hingga ia meninggal pada tahun 2014.
Selain itu, seorang agen Secret Service dan seorang petugas Kepolisian Metropolitan setempat juga turut terluka dalam peristiwa tersebut. John Hinckley Jr kemudian dinyatakan tidak bersalah atas dasar gangguan jiwa pada tahun berikutnya. Ia sempat dirawat di bagian keamanan tinggi Rumah Sakit St. Elizabeth di Washington hingga akhirnya dibebaskan pada tahun 2016. Sebuah plakat hingga kini masih terpasang di sisi hotel untuk menandai lokasi penembakan bersejarah tersebut.
Detik-Detik Evakuasi Trump
Dalam insiden terbaru, Presiden Donald Trump terpaksa dievakuasi dari acara White House Correspondents’ Dinner setelah suara tembakan menggema di lokasi acara. Beberapa saat sebelum insiden terjadi, Trump dan istrinya, Melania Trump, tengah berbincang ketika keributan di area meja Gedung Putih menginterupsi percakapan mereka. Suara dentuman keras kemudian disusul dengan seruan para anggota Dinas Rahasia AS yang segera mengawal Trump menjauh dari kerumunan.
“Tetap tiarap, tetap tiarap,” teriak para anggota Dinas Rahasia AS kepada para tamu undangan, sebagaimana dilaporkan dalam rekaman peristiwa. Trump, Melania, dan seluruh individu yang dilindungi dipastikan dalam keadaan selamat. Seorang tersangka saat ini telah berhasil diamankan oleh pihak berwenang.
Tersangka Merupakan Tamu Hotel
Kepala Kepolisian Washington DC, Jeffery W Carroll, mengonfirmasi bahwa pelaku penembakan saat acara makan malam Gedung Putih adalah seorang tamu hotel. Kamar tersangka telah diamankan dan menjadi bagian dari penyelidikan lebih lanjut. Identitas tersangka diketahui sebagai Cole Tomas Allen, seorang pria berusia 31 tahun asal Torrance, California.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih belum merinci motif di balik aksi penembakan tersebut. Jeffery menekankan bahwa adanya insiden penembakan ini tidak serta-merta berarti sebuah kegagalan dalam sistem keamanan.
Ikuti Akses.co.id
