Akses.co.id — Surabaya, Jawa Timur – Perayaan World Taichi Day tahun ini menjadi penanda langkah Provinsi Jawa Timur dalam upaya mewujudkan Indonesia Sehat 2045. Melalui olahraga taichi, komunitas berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan, bahkan dari hal-hal sederhana.
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, taichi menawarkan solusi relaksasi. Olahraga asal Tiongkok yang dikenal sebagai “meditasi bergerak” ini memadukan gerakan perlahan, pengaturan napas, dan fokus pikiran, untuk menciptakan keseimbangan energi dalam tubuh.
Ketua Bidang Organisasi Asosiasi Dong Yue Taiji Quan Indonesia, Rudy Irsan, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan kontribusi komunitas dalam mendukung program kesehatan nasional. “Kami ingin masyarakat lebih sadar kesehatan melalui olahraga, salah satunya taichi,” ujar Rudy kepada jurnalis, Minggu (26/4/2026).
Ia menambahkan, keunggulan taichi terletak pada aksesibilitasnya yang tinggi. Olahraga ini tidak memerlukan alat khusus, biaya, dan dapat diikuti oleh siapa saja, tanpa memandang usia atau kondisi fisik.
Olahraga Lembut dengan Dampak Holistik
Meskipun sering dianggap kurang menantang dibandingkan olahraga intens, gerakan lembut taichi justru menjadi daya tarik utamanya, terutama bagi berbagai kalangan usia. Rudy Irsan menjelaskan, “Tubuh kita lebih cocok dengan yang lembut. Banyak yang saat muda memilih olahraga keras, tetapi di usia lanjut mengalami masalah sendi.”
Setiap sesi latihan taichi, yang biasanya berlangsung 30 hingga 45 menit, melibatkan seluruh bagian tubuh. Latihan ini tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga memberikan efek menenangkan pikiran.
Menarik Minat Generasi Muda
Meski identik dengan lansia, taichi kini mulai dilirik oleh generasi muda. Tren global seperti taichi walking turut memperkenalkan gaya hidup sehat yang lebih tenang dan berkelanjutan.
Liem Virgiana Revina, seorang pelatih taichi di Surabaya, menyoroti manfaat komprehensif dari olahraga ini. “Dalam taichi kita melatih otot, pernapasan, dan pikiran. Sangat baik terutama bagi yang memiliki masalah lutut atau panggul,” tuturnya.
Liem menekankan pentingnya keselarasan antara gerakan dan napas agar manfaat latihan dapat dirasakan secara optimal.
Perluasan Jangkauan dan Tantangan Regenerasi
Perkembangan taichi di Jawa Timur menunjukkan tren positif, merambah ke berbagai daerah di luar kota besar. Mayoritas peserta berasal dari masyarakat umum, bahkan banyak yang tetap aktif berlatih di usia senja.
“Taichi bisa dilakukan siapa saja tanpa biaya. Itu yang membuatnya mudah berkembang,” kata Rudy Irsan. Komunitas taichi terus berupaya memperluas jangkauan melalui pembukaan sasana baru dan pengenalan kepada berbagai kalangan.
Namun, pertumbuhan ini juga dihadapkan pada tantangan, terutama dalam hal regenerasi pelatih. Banyak pengajar yang bekerja secara sukarela, sehingga komitmen untuk keberlanjutan menjadi krusial. “Kami mencari orang yang benar-benar mau berkontribusi. Itu penting,” ujar Rudy.
Sebagai puncak peringatan World Taichi Day 2026, acara yang digelar di open space depan Convex Grand City Surabaya pada Sabtu, 25 April 2026, dihadiri sekitar 800 peserta dari 21 sasana di berbagai daerah Jawa Timur, termasuk Surabaya, Malang, dan Mojokerto. Tua dan muda berbaur dalam gerakan lembut yang mengalir.
Bagi para praktisinya, taichi telah menjadi bagian dari gaya hidup. Sisiliana, salah satu peserta asal Malang, merasakan perubahan signifikan. “Dulu sering migrain dan kram perut, sekarang jauh berkurang,” ungkapnya, seraya menekankan konsistensi dan kesungguhan sebagai kunci manfaat taichi.
Ikuti Akses.co.id
