Regional

Layanan Makkah Route Permudah Jemaah Haji dari Bandara Juanda

Advertisement

SIDOARJO, JURNALISME INDONESIA — Sebanyak 380 calon jemaah haji dari kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Surabaya telah diberangkatkan menuju Tanah Suci pada Rabu (22/4/2026) pagi. Keberangkatan ini menandai dimulainya rangkaian ibadah haji bagi ribuan jemaah dari Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.

General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, mengonfirmasi bahwa kloter pertama ini seluruhnya berasal dari Kabupaten Probolinggo. Mereka terbang menggunakan pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV5347. “Hari ini ada dua kloter yang berangkat menuju Tanah Suci, keduanya berasal dari Kabupaten Probolinggo. Total dari dua kloter tersebut terdapat 760 orang,” ujar Tohir.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Tohir, kloter pertama dijadwalkan berangkat pada pukul 09.30 WIB, sementara kloter kedua akan menyusul terbang pada pukul 13.55 WIB. Secara keseluruhan, Embarkasi Surabaya akan memberangkatkan 43.623 jemaah haji yang terbagi dalam 116 kloter. Proses pemberangkatan ini dijadwalkan berlangsung hingga 21 Mei 2026.

Layanan Makkah Route Permudah Jemaah

Salah satu fasilitas yang kembali diaktifkan untuk musim haji tahun ini adalah layanan fast track “Makkah Route” di Bandara Juanda. Layanan ini dirancang untuk menyederhanakan proses keimigrasian bagi jemaah haji Indonesia.

Dengan adanya Makkah Route, jemaah dapat menjalani pemeriksaan dokumen keimigrasian Arab Saudi langsung di bandara asal, yaitu Bandara Juanda. Hal ini bertujuan agar jemaah tidak perlu lagi mengantre panjang saat tiba di Arab Saudi.

Advertisement

“Jemaah haji asal Indonesia menjalani prosedur keimigrasian oleh otoritas Saudi di sini dengan mudah dan lancar,” ungkap Muhammad Al Sharif, pengawas media inisiatif Makkah Route di Indonesia. Ia menambahkan, “Kami menghadirkan proses imigrasi langsung agar saat sampai di Makkah atau Madinah jemaah tinggal masuk ke hotel.”

Pangkas Waktu Tunggu, Prioritaskan Lansia

Penerapan jalur cepat ini memiliki tujuan utama untuk memangkas waktu tunggu jemaah. Prioritas utama adalah jemaah lanjut usia (lansia) agar dapat segera beristirahat setibanya di Arab Saudi tanpa perlu melalui proses birokrasi yang panjang di bandara tujuan.

Keberadaan petugas imigrasi Arab Saudi di Bandara Juanda memungkinkan verifikasi data dilakukan secara lebih efisien. Hal ini secara signifikan mengurangi hambatan birokrasi yang seringkali dihadapi jemaah di bandara kedatangan.

Sebelumnya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto, telah menginformasikan bahwa layanan Makkah Route pada tahun 2026 akan mengalami perluasan. Selain di Bandara Soekarno-Hatta, Solo, dan Jawa Timur, titik layanan ini juga akan ditambahkan di Makassar.

Advertisement