KUALA SIMPANG, KOMPAS.com – Sebanyak 254 sekolah di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, kini mulai menjalani revitalisasi pascabanjir yang melanda daerah tersebut pada 26 November 2025. Proses rehabilitasi ini didukung oleh alokasi anggaran sebesar Rp 192 miliar dari pemerintah pusat.
Meskipun demikian, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang, Sepriyanto, mengungkapkan bahwa masih ada 38 sekolah yang belum tersentuh perbaikan. Ia menyebutkan bahwa sekolah-sekolah yang belum direvitalisasi tersebut terdiri dari 5 Taman Kanak-kanak (TK), 5 Sekolah Dasar (SD), 26 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 2 Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Jumlah sekolah yang belum diperbaiki atau direvitalisasi ada 5 sekolah TK, 5 SD dan 26 SMP serta 2 SMA. Kita usulkan tahap berikutnya ke kementerian,” ujar Sepriyanto saat peletakan batu pertama revitalisasi sekolah pascabanjir di SMP 2 Karang Baru, Selasa (23/4/2026).
Detail Revitalisasi Sekolah
Revitalisasi yang sedang berjalan mencakup 254 sekolah. Rinciannya adalah:
- TK/PAUD: 119 sekolah dengan total alokasi anggaran Rp 47.322.367.000.
- SD: 116 sekolah dengan total alokasi anggaran Rp 109.776.373.000.
- SMP: 19 sekolah dengan total alokasi anggaran Rp 34.929.796.000.
Total keseluruhan alokasi anggaran untuk 254 sekolah yang menerima program revitalisasi ini mencapai Rp 192 miliar. “Alhamdulilah ada 254 sekolah yang sudah menerima program revitalisasi ini dengan total keseluruhan alokasi anggaran Rp 192 Milyar,” kata Sepriyanto.
Apresiasi dan Program Tambahan
Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah pusat atas bantuan percepatan pemulihan pascabanjir di wilayahnya. Ia juga mengumumkan program tambahan yang diresmikan di Aceh Tamiang.
“Selain itu, di Aceh Tamiang kita resmikan gerakan mengaji sebelum belajar sebagai upaya penguatan pengetahuan agama di seluruh satuan pendidikan,” ungkap Armia Pahmi.






