— DENPASAR, KOMPAS.com – Siswi Sekolah Dasar berinisial KA (13) yang melompat dari lantai tiga sebuah pasar di Denpasar, Bali, kini dalam proses pemulihan setelah menjalani operasi akibat patah tulang. Korban sempat tidak sadarkan diri pasca-kejadian pada Minggu (19/4/2026) sore, namun kini telah sadar dan tengah menjalani perawatan intensif untuk pemulihan fisik dan psikologisnya.

Tangan Kanan dan Kedua Kaki Patah, Korban Telah Dioperasi

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, mengonfirmasi bahwa korban sempat kehilangan kesadaran di tempat kejadian perkara. “Korban sempat tidak sadar, namun saat ini sudah sadarkan diri. Kedua kaki dan tangan kanannya patah tulang,” ujar Azel pada Rabu (22/4/2026), seperti dilansir dari TribunBali.

Lebih lanjut, Azel menjelaskan bahwa korban telah berhasil menjalani operasi di Rumah Sakit Bali Mandara untuk mengatasi cedera patah tulang tersebut. Pihak kepolisian menyatakan belum dapat meminta keterangan dari korban karena masih menunggu kondisi fisik dan psikologisnya pulih sepenuhnya.

Diduga Dipicu Game Omori

Motif di balik aksi nekat siswi SD tersebut diduga kuat dipicu oleh permainan daring bernama Omori. Omori merupakan role-playing game (RPG) independen dengan genre horor psikologis yang dikembangkan oleh studio OMOCAT yang berbasis di Amerika Serikat. Game ini pertama kali dirilis di Steam untuk PC/Mac pada 25 Desember 2020, dan kemudian hadir untuk konsol Nintendo Switch, PS4, serta Xbox pada 17 Juni 2022.

Azel memaparkan bahwa indikasi keterkaitan dengan game ini muncul setelah penyidik melakukan penelusuran jejak digital pada ponsel milik korban. “Dari hasil penyelidikan digital forensik, lagu yang digunakan oleh korban untuk joget seperti pada video berjudul ‘My Time’ oleh Bo En. Lagu tersebut merupakan lagu yang digunakan pada gim Omori,” kata Azel, mengutip TribunBali.

Menurut Azel, analisis sementara menunjukkan bahwa korban mungkin terinspirasi dari sebuah adegan dalam game Omori di mana karakter utamanya melompat dari atas gedung. “Hasil analisa sementara, diduga korban membuat tren yang terinspirasi dari gim Omori. Gim tersebut memang memiliki adegan dimana karakter utamanya melompat dari gedung,” jelas Azel.