— Pemerintah Indonesia segera membangun tiga menara hunian di Kompleks Haji Indonesia yang berlokasi di kawasan Jabal Hindawiyah, dekat Masjidil Haram, Arab Saudi. Proyek ini, yang dikelola oleh Danantara melalui skema investasi, ditargetkan dapat menampung 1.600 jemaah dan siap beroperasi pada musim haji 2027.

Muhadjir Effendy, Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji, menyatakan bahwa pembangunan kompleks ini merupakan realisasi dari mimpi yang telah tertunda selama 40 tahun. “Sudah 40 tahun kita bermimpi punya Kampung Haji. Sekarang mulai direalisasikan,” kata Muhadjir, mengutip Antara, pada Kamis (30/4/2026).

Kompleks yang diimpikan ini akan berdiri di atas lahan seluas 54 hektare, dari total kebutuhan 84 hektare yang saat ini masih dalam proses pembebasan. Lokasinya yang strategis, berjarak 2,5 kilometer dari Masjidil Haram, diharapkan mempermudah akses jemaah.

Untuk memastikan kenyamanan jemaah, selain pembangunan menara hunian, pemerintah juga berencana membangun terowongan khusus. “Lokasinya sangat dekat, nanti akan ada akses khusus, seperti tunnel (terowongan) agar jemaah tidak terganggu lalu lalang kendaraan dan jamaah lain,” jelas Muhadjir.

Pendanaan proyek Kompleks Haji ini tidak akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Muhadjir Effendy menegaskan bahwa seluruh pengelolaan akan dilakukan oleh Danantara, termasuk menggandeng investor dari Arab Saudi.

Dukungan Presiden untuk Perkampungan Haji

Rencana pembangunan ini mendapat dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto. Awalnya, direncanakan pembangunan tiga unit menara hunian. Namun, Presiden Prabowo menginstruksikan agar proyek ini dimaksimalkan dengan membangun “sekian belas menara, sekian puluh menara” guna menampung jumlah jemaah haji Indonesia yang sangat besar.

“Kita akan bikin perkampungan haji Indonesia, sekian belas menara, sekian puluh menara, yang bisa menampung (jemaah haji Indonesia),” ujar Presiden.

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga telah mengajukan permohonan kepada pemerintah Arab Saudi terkait fasilitas di bandara. Ia meminta agar disediakan terminal khusus untuk jemaah haji Indonesia agar proses keluar masuk bandara menjadi lebih efisien.

“Saya minta izin dari Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia bisa punya terminal khusus haji. Jadi, nanti terminal itu khusus untuk haji kita supaya bisa lebih cepat masuk dan keluar,” kata Prabowo, seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (9/4/2026).